A story with tens of thousands of articles.

A story with tens of thousands of articles.
life and death, blessing and cursing, from the main character in the hands of readers.
Showing posts with label mantan dukun afrika. Show all posts
Showing posts with label mantan dukun afrika. Show all posts

Monday, February 23, 2015

ayah mukendi mendirikan gereja sesat ( 3/13 ).




3. GEREJA AYAHKU : PENATUA ISRAEL




UmatKu binasa karena tidak mengenal Allah ; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu maka Aku menolak engkau menjadi imamKu dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu." (Hos. 4:6)
Ayahku mendirikan suatu kelompok aliran pemujaan dan para pengikutnya begitu dihanyutkan oleh pesona keajaiban-keajaiban magis yang dikerjakannya, sehingga mereka tidak pernah mempertanyakan sumbernya. Sebagian besar dari waktu yang ada , dipergunakan ayahku untuk melemparkan kutukan-kutukan ke atas mereka, akan tetapi dengan terbuka ia mendustai mereka dengan berkata bahwa ia sedang memberkati mereka. Gereja ayahku itu diberinya nama : Penatua Israel.
Di ruang tidur pribadi ayahku, terletak sebuah berhala yang ditempatkan di atas sebuah perjanjian di antara tempat tidurku dan tempat tidur ayahku. Di dalam perjanjian itu, ayahku meletakkan tiga uang logam untuk mewakili tiga anggota keluarga kami, yaitu, ibuku dan aku sendiri. Di sudut yang lain, juga diletakkan sebuah botol yang berisi salib dan rosario. Dan bila ada di antara pengikut ayahku yang menghadapi masalah, maka mereka diijinkan memasuki perumahan kami dengan membayarkan sesuatu. Mereka harus melepaskan sepatu dan mening-galkannya di luar jalan masuk menuju perumahan kami, membenturkan kepala mereka tiga kali pada lantai batu yang keras dan mengucapkan "doa bapa kami." Mereka juga harus membawa benda-benda seperti uang, botol berisi bir atau anggur, kacang tanah, padi atau sejenis jagung sebagai persembahan. Baru setelah memenuhi persyaratan inilah mereka diijinkan untuk berlutut dan berbicara kepada ketiga bunga yang berada di atas sebuah bukit kecil di perumahan kami, dan meminta bunga-bunga itu untuk memenuhi kebutuhan mereka yang beragam. Seorang pengikut akan menunggu terus sampai ia memperoleh jawaban dan seringkali terdengar suara yang jelas akan menanggapi kebutuhan-kebutuhan mereka melalui botol itu. Maka mereka akan pulang dengan gembira dan yakin.
Setiap pengikut harus menganggap Sabtu sebagai hari yang kudus dan mereka dilarang untuk memasak, atau melakukan kegiatan apapun juga sebelum menyelesaikan kebaktian yang akan berlangsung dari pk. 09.00 dan berakhir pada pk. 14.00. Lagu-lagu pujian yang dinyanyikan kebanyakan merupakan lagu-lagu tradisional, yang segera diikuti oleh kotbah, yang terutama di-dasarkan atas hikmat manusia dan bukan Firman Allah. Kutipan ayat-ayat Alkitab dilakukan setengan-setengah dan ditafsirkan dengan cara yang salah untuk menyesuaikan dengan doktrin aliran pemujaannya sendiri.
Ayahku membuka suatu kelas pengajaran setiap hari Rabu, untuk memberikan kepada para pengikutnya dasar-dasar doktrin dan asal muasal aliran pemujaannya dan pertumbuhannya yang progresif di seluruh dunia. Untuk menguji dan meyakinkan keseriusan dan kemajuan tiap pengikut, ayah membuka sekolah-sekolah Minggu khusus, untuk melihat sejauh manakah mereka telah menangkap pengajaran-pengajaran yang diberikan pada setiap hari Rabu. Hanya bila seorang pengikut gagal menerima jawaban dari bunga-bunga itu, barulah ia akan berbicara secara pribadi dengan ayahku, dengan membuat janji yang khusus pada hari Minggu. Ayahku sangat bangga akan aliran gerejanya dan ia menganggap semua gereja yang lain itu sebagai gereja yang sesat, penuh sihir dan okultisme. Ia begitu meremehkan gereja-gereja yang lain, sehingga bila ada seorang anggota yang meninggalkan gerejanya untuk bergabung dengan gereja yang lain, ayahku akan mengutukinya. Akibatnya, orang tersebut akan sangat menderita, bahkan sampai kehilangan nyawanya secara tragis.

Korban Pascal : "Paskah"
"Paskah" merupakan upacara yang paling disukai ayahku yang harus diselenggarakannya satu tahun satu kali pada hari Paskah. Upacaranya berlangsung di sungai Mulenda dan menarik kurang lebih 3.000 pengikut dari seluruh Zaire. Kami memiliki kebiasaan untuk meninggalkan desa kami menuju sungai itu pada pk. 04.30 pagi karena upacara yang sesungguhnya akan dimulai pada pk. 08.00. Bila semua telah hadir, maka kami akan membagi mereka menjadi empat kelompok untuk pembagian tugas, seperti membersihkan belukar, memotong rumput, membersihkan bagian yang keramat dan yang lain membangun altar sejauh kira-kira 250 meter dari sungai dengan mem-pergunakan batu-batu yang besar. Sebuah gubug kecil juga didirikan di dekat sungai, dan di da-lamnya ditempatkan sebuah kuali tradisional yang khusus yang berisi tanah liat berwarna putih untuk dibubuhkan pada para anggota. Selama berlangsungnya upacara, setiap anggota akan ma-suk ke situ dan mengaku dosa terhadap nenek moyang mereka sebelum upacara utama dimulai. Mereka harus memberitahu kepada nenek moyang mereka, "Aku tidak mempunyai masalah dengan siapapun juga, dan bila seseorang ingin membuat masalah denganku, biarlah ia terkutuk."
Hal ini kemudian dilanjutkan dengan kebaktian dimana seseorang melakukan pemujaan kepada dewa dengan mempergunakan nama-nama tradisional dan juga lagu-lagu pujian tradisional. Ia kemudian siap untuk langkah berikutnya dimana ayahku akan membubuhkan tanda dari dada sampai perutnya dengan tanah liat putih tadi. Bila hal itu telah dilakukan, maka ia akan menghampiri meja komuni atau meja perjamuan untuk menerima ramuan yang terdiri dari sepotong pisang yang harus dikunyahnya bersama dengan bunga-bunga yang dipetik dari pekarangan kami yang telah dicampur dengan bumbu-bumbu tradisional.

Baptisan





Ayahku tidak pernah ragu-ragu mengatakan kepada para pengikutnya bahwa baptisan yang dilakukannya sangatlah bernilai dan bahwa itu akan membawa berkat bagi mereka bila mereka sepenuhnya mengabdikan diri mereka kepada aliran pemujaanya. Itu semuanya dusta ! Ayah sendiri mengatakan kepadaku bahwa arti yang sesungguhnya dari baptisannya adalah untuk me-nyebabkan para pengikutnya menyerahkan kemakmuran mereka kepada ayah., sedang ayah sendiri menempatkan kutuk-kutuk yang abadi di atas mereka. Prosedurnya sangat lucu bagiku. Seseorang harus lewat melalui kaki ayahku "di dalam nama bapa, putera dan roh kudus." Setelah itu, ia harus pergi dan mencelupkan dirinya tiga kali dalam sungai. Bila hal itu telah dilakukan, kepadanya akan diberikan setangkai kayu yang serupa dengan tali dan dengan itu ia harus lari secepatnya, memukul dan meriakkan air sungai, sambil bersumpah tidak akan meninggalkan aliran pemujaan itu selama hidupnya. Setelah itu ia memberikan janji untuk terikat secara mutlak, maka ia harus menanggalkan pakaiannya, menceburkan diri ke dalam air yang mengalir dan cepat-cepat melompat keluar lagi dalam keadaan telanjang bulat, karena telah menanggalkan seluruh pakaiannya. Wanita, pria dan anak-anak semuanya terlibat dalam prosedur ini dan beberapa orang tua telah membawa seluruh keluarga mereka untuk mengikat diri mereka kepada aliran pemujaan itu. Beberapa di antara para iman dan juga para pemimpin agama tradisional Afrika ikut mengambil bagian dalam upacara tersebut tanpa mengajukan pertanyaan apapun. Mereka bahkan menghormati hal-hal yang dilakukan ayahku dan memberikan banyak dukungan dengan cara terlibat langsung di dalam paskah tersebut.
Ketika kemudian aku bertanya kepada ayahku mengapa ia membaptis mereka di dalam nama bapa, putera dan roh kudus, inilah yang dikatakannya, "Dengan melakukannya, aku merebut seluruh kekuatan sihir, tenung dan perdukunan mereka dan untuk selanjutnya menjadi lebih tangguh dari mereka. Dan bila mereka menceburkan diri ke dalam sungai, berarti mereka mengisi sumberku, karena dari sungai itulah datangnya seluruh kekuatanku." Setiap orang yang membawa persembahan bahkan juga melemparkan pada bagian yang keramat dari sungai yang sama.
Upacara itu juga melibatkan seekor domba jantan yang dibawa ayahku ke bagian keramat sungai. Leher domba itu harus dipotong tiga bagian dan darahnya harus langsung dikucurkan ke dalam sungai. Pada saat itu, siapa saja yang memiliki sihir, mantera atau tenung harus melem-parkan semuanya ke dalam sungai agar bercampur dengan darah domba tersebut. Sebelum domba itu dibawa ke altar untuk dibakar, terlebih dahulu dipersembahkab lagu-lagu pujian dan tarian kepada para dewa. Jadi ketika domba itu dibakar, diharapkan asapnya dapat membubung ke atas sampai di tingkatan langit dimana tiga ekor burung milik ayah telah terbang selama upacara itu. Burung-burung itu adalah burung elang, burung nasar dan burung gagak, yang secara berurutan dianggap ayahku sebagai si Raja, si Portugis dan si Senegal, yang juga terbang dengan berurutan seperti itu. Si Raja berada di atas yang lain, si Portugis di bawahnya sedang si Senegal di bawah si Portugis dan mereka hanya akan menghilang dari langit bila domba itu telah seluruhnya dimakan api. Hal ini merupakan tanda bahwa persembahannya telah diterima oleh dewa.
Ketika domba sedang dibakar, ayahku yang mengenakan jubah putih dengan lambang salib hijau di dadanya, dengan khidmat menarik diri dari yang lain dan berdoa sendirian di dekat altar. Setelah dombanya habis terbakar, ayah lalu mengambil jelaganya yang hitam dan membubuhkannya ke atas dahi setiap pengikutnya, dengan mendustai mereka bahwa ia sedang memberkati mereka. Itu lagi-lagi dusta ! Ia sendiri mengatakan kepadaku kemudian, bahwa ia se-dang membutakan mereka secara rohani agar mereka tidak dapat menemukan kebenaran daripada kekuatan-kekuatannya yang misterius itu. Ia mengikatkan mereka kepada dirinya sendiri dan aliran pemujaannya untuk selama-lamanya.
Salah satu dari pesta seperti itu diselenggarakan saat aku berusia 9 tahun dan sesuatu yang dramatis terjadi, yang menunjukkan betapa dalamnya ayahku terlibat di dalam ilmu sihir. Domba baru saja dibunuh dan semua orang mulai menatap ke arah sungai. Sesuatu sedang bergerak dan tiba-tiba ada ledakan yang mengguncangkan air, sehingga semua orang lari bersembunyi. Siapa itu gerangan ? Tidak lain daripada ikan duyung yang telah menyusui dan membesarkan diriku ! Kecuali sirip ekornya, seluruh tubuh bagian atasnya dengan jelas keluar dari air dan saat melihatnya, ayahku berseru sambil mengangkat diriku ke arahnya, "Mari, lihatlah anak yang telah kau besarkan. Ia ada disini."
Ikan duyung itu, tanpa mengucapkan sepatah katapun, meneliti diriku tiga kali, dan menghilang di dalam air. Ayahku secara emosi bahkan tidak bergeming sedikitpun. Ia tenang dan tidak takut. Setelah melihat bahwa tidak ada bahaya, kerumunan orang-orang itu maju kembali, penuh rasa ingin tahu akan apa yang telah terjadi. Dan seperti biasanya, ayahku mendustai mereka dengan berkata, "Kalian tidak memperoleh apa-apa. Yesus tadi berada disini, ia memberkati aku dan putraku. Dan karena kalian lari pergi, kalian harus dihukum." Bentuk hukuman yang diberikan ayahku kepada mereka adalah sebagai berikut, "Kalian harus lari kembali ke desa segera setelah aku memberikan tanda. Dan bila kalian menemukan halangan apapun di jalan, baik itu pohon atau lubang, kalian tidak boleh berusaha menghindarinya. Bila itu adalah pohon, benturkan diri kalian, bila itu lubang, jatuhkan diri kalian ke dalamnya."
Kerumunan orang yang sedang kebingungan itu mulai berlari segera setelah ayahku membe-rikan tanda. Tujuan semuanya itu adalah agar mereka menderita dan ayahku akan menjadikan mereka bula-bulanan. Ayahku seorang yang begitu sadistis, yang memperoleh kesukaan besar dari penderitaan orang lain.

Sifat Ayahku



Sebuah gambaran singkat akan sifat-sifat ayahku akan membantu memperlihatkan mengapa ia mudah sekali menipu dan memanipulasi para pengikutnya. Ayahku adalah seorang yang sangat sombong dan banyak bicara, yang selalu berkata-kata buruk mengenai gereja-gereja yang lain, akan tetapi di lain pihak selalu bergembira mengenai gerejanya sendiri. Dengan terbuka ia men-cemooh mereka dengan mengatakan bahwa mereka itulah gereja-gereja "okultisme", dan mengancam para pengikutnya apabila mereka berani menggabungkan diri dengan gereja lain. Ayah begitu keras kepala dan sulit didekati dan sekali ia mengambil keputusan tentang sesuatu, maka pendapat orang lain itu hal nomor dua saja, karena ia selalu berkeras dengan pendapatnya sendiri. Mereka yang lain harus selalu mematuhi perintahnya atau menghadapi kosekuensi dibenci atau bahkan dicelakai olehnya. Aspek lain yang menghalangi ayah untuk dapat mencintai orang lain adalah kecintaannya akan uang.
Ia serakah dan setiap saat ia melihat sesuatu yang baik milik pengikutnya, ia pasti mengingin-kannya dan bahkan meminta orang tersebut untuk memberikannya. Orang-orang tidak pernah menolak keinginan ayahku.
Dan karena ayahku yakin bahwa ia lebih pandai dari siapapun juga, maka ia tidak suka men-dengar orang lain dipuji karena kemampuan atau keahliannya. Ayah bahkan akan mencelakakan orang tersebut sebagai balas dendamnya.
Meskipun orang tahu siapa ayahku, akan tetapi ia memiliki para pendukung dari gereja-gereja lain, terutama para imam gereja Roma Katolik dan gereja-gereja di Afrika yang berdiri sendiri, termasuk Malembe Ngunza atau Mpeve Yanongo, Tatu Wetu atau Diamant dan Eglise des Noirs en Afrique. Mereka akan datang ke perumahan kami untuk memuja dewa ayahku dan mem-persembahkan korban mereka.


Kejahatan Dalam Kerajaan Sihir



Dalam dunia sihir, bertambah halus cara-cara seseorang, bertambah pulalah penghargaan yang diberikan kepadanya. Hal ini memberikan kemampuan kepada seseorang untuk menyudutkan rekan-rekan tukang sihir yang lainnya. Aku ingat bahwa ayahku ingin menjadi pemimpin dari daerah kami. Jadi pada suatu hari, para penatua mengatakan kepadanya bahwa untuk dapat memperoleh gelar tersebut, ia harus mempersembahkan seekor kambing sebagai korban. Ayah menjadi begitu bersemangat dan tidak mempertimbangkannya dengan seksama. Pada waktu itu, istri kedua ayahku memiliki seorang putra. Jadi pada waktu ayah memberikan kambingnya sebagai korban, mereka mempergunakannya sebagai sebuah tangga untuk dapat merebut salah seorang anaknya. Itulah adik tiriku yang masih kecil ; ia mati mendadak tanpa sebab.
Ketika hal itu terjadi, ayahku bersumpah untuk membalas dendam terhadap mereka. Selama upacara pemakaman, ia menangis dengan satu mata, sedangkan matanya yang lain dipergunakan-nya untuk mengamat-amati. Dan ketika aku bertanya mengapa ia melakukannya, ayah menjawab bahwa ia ingin bersiaga supaya tidak seorangpun dapat merebut diriku selagi kami sedang berkabung. Tiba-tiba, seekor burung hantu terbang dan hinggap di atas sebuah pohon di dekat situ yang menyimpan hidupku. Ayahku langsung mengetahui bahwa itu adalah seseorang yang mengincar nyawaku. Ia segera melirik kepada burung itu dengan satu mata dan burung itu kemudian jatuh dari pohon dalam keadaan mati. Pada saat yang bersamaan, seseorang yang sedang menghadiri upacara pemakaman kami, tiba-tiba ambruk dan mati. Aku yakin orang tersebut memiliki hubungan dengan burung hantu itu.

sumber : http://belong2jesus.tripod.com/mukendi/


kesaksian mukendi:

1. mukendi diberi asi oleh seekor duyung ( 1/13 ).



mukendi keturunan orang terkutuk ( 2/13 ).







2. KETURUNAN ORANG-ORANG TERKUTUK

Imamat 20:27 :"Apabila seorang laki-laki atau perempuan dirasuk arwah atau roh peramal, pastilah mereka dihukum mati, yakni mereka harus dilontari dengan batu dan darah mereka tertimpa kepada mereka sendiri."
Aku ingin anda mengetahui bahwa aku datang dari garis keturunan orang-orang terkutuk, yang berkuasa atas negeri ini karena mereka adalah tukang tenung dan tukang sihir. Bahkan, ibu pertama kaum kami muncul dari dalam air dipusat sungai Zaire delapan generasi yang lalu. Kulitnya tertutup sisik tanah liat berwarna putih, yang gugur bila disentuh. Dan bila ia di jumpai oleh ayah pertama dari kaum kami, yang adalah seorang pemburu dan tukang sihir kuat. Dan ketika ia menjumpainya saat berburu. ia membawanya pulang dan wanita itu menjadi istrinya. Tidak seorangpun yang tahu apa tepatnya yang menarik sehingga ayah pertama kami itu menjadikan wanita itu istrinya. Mungkin saja karena kekuatan sihirnya dan pertemuan di saat ia adalah seorang pemburu yang kesepian. Dan untuk jangka waktu yang lama, sepanjang hidupnya didesa, ia memiliki kedudukan terpandang sebagai ahli nujum dan peramal. Tidak seorang pun yang perduli asal muasalnya. Mereka mengagumi karena ilmu gaibnya yang dapat menyembuhkan orang. Setiap kali ada masalah di desa, maka orang akan memanggilnya minta tolong. Bila terjadi krisis, maka ia akan mengadakan perjalanan dibawah air sungai zaire selama dua bulan, dan berminggu-minggu kemudian muncul lagi dengan membawa seluruh jawaban-jawaban yang dibutuhkan. Orang-orang gentar kepadanya, dan tidak seorangpun yang peduli kemana saja ia pergi di bawah air, atau putri siapakah ia. Akan tetapi pada suatu hari, ia menghilang ke dalam air dan tidak pernah menampakkan dirinya kembali, dan hal tersebut menjadikan banyak orang kecewa.

Ayahku dikandung ketika seorang dukun yang terkenal memberikan jimat kepada nenek dan kakekku, karena nenekku sulit hamil. Hal itu berarti bahwa kami langsung berada dibawah kutuk Allah. Smua informasi ini kuperoleh dari ayahku, karena ia sedang melatihku untuk menjadi seorang tukang sihir dan pemimpin yang besar, yang secara langsung mewarisi kuasa-kuasanya. Sepanjang sejarah keluarga kami, kami ditakuti oleh kaum-kaum lainnya di Zaire, karena kekuatan sihir kami, dan karena cara nenek moyang kami memanfaatkan pengaruh mereka melalui kuasa-kuasa tersebut di daerah mereka. 

- Keturunan Orang-orang TerkuTuk bagian kedua,


Ayahku, yang juga seorang dukun, sangat percaya akan adanya pertalian dengan roh-roh nenek moyang. Aku ingat bahwa suatu kali ia meninggalkan rumahnya kemudian dijaga oleh bibiku. Ketika ia kembali beberapa hari kemudian, bibiku sedang pergi ke desa, dan ayahku menemukan tikus-tikus sedang berpesta pora menghabiskan tepungnya. Ayahku menjadi begitu marah pada tikus-tikus itu sehingga ia mulai memukul dan membakar mereka saat ia mengusirnya keluar. Beberapa hari kemudian, ayahku berangkat kerja, ketika ia tersandung, dan menemukan dirinya berada di dalam sebuah dunia yang lain, tanpa melakukan usaha apapun juga untuk dapat sampai di situ.
Disitulah ia diadili pada suatu pengadilan hukm karena ia membunuh tikus-tikus itu. Diperlihatkan kepadanya nenek moyangnya dirumah sakit dalam keadaan yang menggenaskan. Beberapa diantara mereka berada didalam keadaan kesakitan yang amat sangat, seang yang lainnya hampir mati, terbakar atau terpukul. Ayahku harus membayar denda, karena ayahku dapat makan dengan nyaman, sedangkan sanak keluarnya tidak memiliki apapun untuk dimakan dan sedang menderita. Di akhirnya, ayahku diampuni, akan tetapi ia harus membayar denda.
Kemudian ia tersandung lagi, dan menemukan dirinya sedang berangkat kerja seperti semula. Akan tetapi pada akhir setiap bulan, denda yang misterius itu didapatinya dari jumlah uang upahnya yang dikurangi. Jadi untuk membuat aku hidup dan mewarisi kuasa-kuasanya, ayahku berusaha keras melatih diriku untuk mencapai ilmu sihir tingkat empat sebelum aku berusia emapat tahun.

ILMU SIHIR TINGKAT PERTAMA


ketika aku berusia tiga hari, ayahku mulai memperkenalkan ilmu sihir kepadaku dengan melakukan beberapa upacara. Ia mengisolir diriku dalam sebuah ruangan yang sanagt khusus yang hanya boleh dimasuki olehnya dan ikan duyung itu sendiri. Ia membawa ikan duyung itu untuk menyusui dan membesarkan diriku, sebagai pengganti ibuku. Ibuku tidak mempunyai kesempatan untuk membesarkan diriku sampai aku berusia empat tahun. Kadang-kadang beberapa tetangga kami sempat melihat sekilas ikan duyung tersebut saat ia menyelinap keluar masuk dari rumah kami, ayahku ingin melakukan segala sesuatu ini karena ia tidak ingin kehilangan diriku lagi setelah ia kehilangan dua belas anak-anaknya yang lain. Ia terutama menginginkan aku menjadi penerusnya (setelah ia mati) didalam kuasa-kuasa sihir.
Pada usia yang masih sangat dini itu, ia memberikan sihir tingkat pertama kepadaku, caranya ialah dengan menyuruh aku berjalan dibawah kakinya tiga kali sehari, mengantukkan kepalanya ke kepalaku tiga kali dan meludah ke dalam mulutku tiga kali. Akibatnya, aku dilengkapi kuasa untuk menyelinap ke dalam rumah-rumah orang lain pada malam hari tanpa diketahui, didalam wujud semut, kecoa, atau lalat sebelum aku berusia sembilan tahun.
Aku terutama dapat bersembunyi dan bergerak di sudut-sudut rumah yang kotor, dapur atau kakus. Dan saat satu keluarga saling bercakap-cakap, maka aku akan mengumpulkan setiap kata-kata keji yang akan mereka ucapkan dan mempergunakannya untuk menyerang mereka, dan menanam kutuk dalam kehidupan mereka. Kami akan memenuhi setiap kata jahat dan buruk yang mereka ucapkan mengenai kehidupan mereka. Bila seseorang berkata " aku jelek..!!" maka kami akan membuat mereka tampak demikian; atau "aku sangat bodoh..!!!", maka kami juga akan membuatnya seperti itu. Kami melakukan hal tersebut dalam pertemuan para dukun(tuakng tenung dan tukang sihir) di amalam hari. Kami tidak dapat memasuki rumah-rumah orang kristen yang terisi oleh darah Yesus. Di rumah-rumah orang kristen yang suam-suam, kami dapat melihat dengan jelas bahwa mereka telanjang dan terbuka terhadap serangan serangan yang mengahncurkan. Kami mempermainkan mereka seperti barang mainan saja. Kami akan mencari celah kecil dalam kehidupan mereka untuk melemparkan penyakit, depresi dan kesalahpahaman dalam rumah tangga mereka. Dan bila mereka bangun keesokkan harinya, mereka merasa tawar hati, sakit dan tertimpa masalah demi masalah karena mereka hidup dalam kedagingan.

ILMU SIHIR TINGKAT DUA



Nenekku yang juga terlibat di dalam sihir dan tenung, membantu ayahku untuk membentuk nasibku. Segera setelah nenek menerima surat ayahku yang mengabarkan bahwa ia telah memiliki bayi laki-laki, langsung saja nenekku memotong batang sejenis pohon yang berduri, membubuhkan sihir yang khusus ke atasnya dan merebusnya terlebih dahulu dalam sebuah kuali tradisional sebelum menanamnya di sekitar rumahnya. Pada saat itu aku baru berusia satu bulan. Pohon tersebut langsung tumbuh, cerita ayahku dan mereka yang lain yang merupakan saksi mata, dan nenekku memberi pohon itu namaku "Mukendi". Hal ini menandakan bahwa seluruh hidupku tersimpan di dalam pohon tersebut. Nenekku harus menjaga pohon itu dengan sangat hati-hati dan tidak seorangpun diijinkan mennyentuhnya, karena bila satu helai daun pohon tersebut gugur, berarti salah satu bagian tubuhku akan sakit, bila pohon itu di tebang aku akan mati.
Pohon inilah yang pertama-tama harus kuhancurkan ketika aku berjalan menuju keselamatan dan kebebasan. Pohon tersebut menguasai hidupku dengan cara yang begitu menakutkan sehingga setiap kali helai daun gugur, aku sungguh-sungguh merasakan sakit di sekujur tubuh. Begitu berbahayanya kehidupannku tersimpan di dalam pohon itu, sehingga bila ditebang, maka aku akan mati selama penebangan tersebut. Jadi nenekku harus berjaga-jaga terus. Ia menolak siapa saja yang ingin menyentuhnya atau mendekatinya, dan pohon tersebut dipagari secara penuh.
Ilmu sihir tingkat dua ini menyebabkan aku sanagt sadar akan segala sesuatu yang terjadi dalam dunia sihir. Kami tidak dapat secara langsung memakan manusia, tetapi kami dapat mengubah mereka menjadi binatang untuk di sembelih dan dimakan, atau bahkan di tranposrt dan dijual di pasar-pasar yang jauh. Dengan pengetahuan semacam ini, kami bahkan dapat mengambil janin dari beberapa wanita yang sedang hamil dan mengubahnya menjadi telur untuk dimakan. Akibatnya seornag wanita akan menjadi mandul atau keguguran.
Suatu saat, ayahku sedang berjalan-jalan bersama ibuku dan melihat seorang pria yang berbadan besar, dan ia berkata kepada ibuku : " Pria itu sangat kuat, aku membutuhkan orang semacam itu untuk menjaga keluargaku di saat aku sedang bepergian..!!" Malam berikutnya, kami melihat seekor gorila besar memasuki pekarangan kami, dan ayah berkata kepada ibu bahwa itulah orang yang akan menjaga kami bila ia sedang pergi. Gorila tersebut dengan kejam mengendalikan tindakan-tindakan kami. Kami begitu ketakutan karena ia tidak mengijinkan kami keluar rumah. Ayahku telah banyak sekali mempergunakan jam-jam kantornya untuk mempersiapkan aku, selama bertahun-tahun.

TUDINGAN JARI



suatu hari, majikan ayahku yang adalah kulit putih, mengancam akan memecat ayahku karena ia hanya bekerja sedikit sekali selama ia mempersiapkan diriku. Dan seperti sing yang terluka, ayahku mengutuknya. "lihat nanti" ayahku berkata sambil menudingkan jarinya kepada orang kulit putih tersebut.
Ketika majikan ayahku sampai dirumahnya, dengan sangat terkejut ia menemukan keempat putrinya sedang menggeliat-geliat di lantai dengan tanpa daya; seluruh tulang-belulang mereka telah lenyap dari tubuh mereka. Sekali lagi kekuatan sihir ayahku berhasil. Ayahku telah menyimpan tulang-tulang mereka di rumah kami. Saat mendengar kabar itu, seorang imam yang telah dipanggil untuk menengok putri-putri itu, mencari tahu dimana kami tinggal, dan dengan mengendarai mobilnya berkonfrontasi (dalam dunia roh) dengan ayahku. Ayahku menganggap serius dampratan imam tersebut, menudingkan jarinya dengan cara yang sama seperti sebelumnya sambil berkata, " lihat saja juga...!!", saat imam tersebut memasuki mobilnya meninggalkan kami, belum jauh mobilnya meninggalkan rumah kami, musibah itu telah menimpa imam tersebut. Imam itu mati dalam kecelakaan fatal di jalan saat mobilnya berguling berkali-kali, sampai akhirnya berhenti dalam keadaan rusak berat.
Sebagai seorang anak Allah, aku ingin mengingatkan anda agar tidak menudingkan jari untuk menghakimi orang lain, karena dengan berbuat demikian anda telah mengalihkan mereka kepada setan. Mereka dapat saja mati atau dihancurkan, akan tetapi darah mereka ditanggung diatas kepala anda. Seperti di ketahui, roh-roh jahat itu berada dimana saja dimana tidak terdapat keselamatan. Jadi bila anda menudingkan jari kearah orang lain ketika sedang marah, maka perkataan anda apapun yang diucapkan, akan ditangkap oleh roh-roh jahat yang berkeliaran disitu, untuk menjalankan keinginan anda sesuai dengan perkataan tersebut, digabungkan lagi dengan keinginan setan. Dengan tudingan jari dan kata-kata yang buruk, anda telah membuka pintu bagi roh-roh jahat untuk menyerang dan menguasai orang lain. Tetapi bila anda berjalan di hadapah Tuhan dengan tidak bersalah, dan anda menikmati keamanan perlindungannya, maka anda tidak dapat diserang, terutama bila anda tidak mlakukan apapun juga yang dapat mengakibatkan serangan tersebut. BERHENTILAH MENUDING DENGAN JARI ANDA....!!!!!. Bila anda memiliki kebiasaan menuding, maka Allah akan meminta pertanggung jawaban anda untuk kehancuran hidup orang lain. Gossip, kemarahan dan fitnah adalah pintu-pintu yang lain yang dpat dimanfaatkan setan untuk memasuki kehidupan orang lain. BIla anda seorang kristen yang sudah lahir batu dan anda biasa melkukan hal-hal tersebut, maka anda harus bertobat dan meminta Allah untuk mengubah anda dengan kekuatan-Nya menjadi manusia baru (Yesaya 58:9)

sumber : http://belong2jesus.tripod.com/mukendi/

kesaksian mukendi:

1. mukendi diberi asi oleh seekor duyung ( 1/13 ).



mukendi diberi asi oleh seekor duyung ( 1/13 ).






MUKENDI


Ini adalah kisah seorang keturunan ahli sihir yang akhirnya menjadikan Yesus sebagai juruselamat dalam hidupnya. Kisah ini menceritakan bagaimana dia terlibat dengan perdukunan dan ilmu hitam, juga mengupas secara terperinci bagaimana muslihat iblis untuk menipu umat manusia. kisah ini bukan nya rekaan dan khayalan penulis tetapi sebuah kesaksian yang hidup dan dialami dengan sesungguhnya oleh insan yang bernama MUKENDI.

Perhatian !!Saudara, sebelum membaca kesaksian ini lebih baik Saudara berdoa, minta Allah Bapa menutup kita dengan Darah Yesus dari ujung rambut sampai ujung kaki.  Tuhan memberkati .
Sekiranya ada diantara kandungan Kesaksian ini yang menyinggung dan bertentangan dengan apa yang anda percayai selama ini, anda boleh luahkan nya di ruangan PANDANGAN atau di GUEST colum.. agar kita sama sama dapat memberikan berkat yang sudah dan belum kita ketahui... Sekali lagi ini bukan bertujuan untuk menyerang dan menyakiti kepercayaan agama lain , sekadar menyaksikan betapa TUHAN itu tak dapat diselami dengan fikiran dan kepandaian manusia semata-mata ....
GOD BLESS dan selamat membaca kesaksian ini .. Amin..... Edit


1. AKU DIBERI A.S.I OLEH SEEKOR DUYUNG

Aku bukanlah anak pertama orang tuaku, akan tetapi ayahku, seorang tukang sihir dan dukun, telah memiliki 13 anak yang lain, dan ia mengorbankan mereka semuanya, satu demi satu, kepada setan. Ketika aku dilahirkan secara misterius, maka yang membesarkan diriku bukanlah ibuku, karena ia tidak diijinkan mendekatiku; aku disusui dan dibesarkan oleh seekor ikan duyung.
Bahkan dikandung dan dilahirkan dirikupun adalah melalui sihir, dan bibi Ndaya telah membantu ayahku dalam hal ini. Ibuku sulit hamil sampai saatnya bibiku berjumpa dengan seseorang yang telah memperoleh bunga-bunga gaib dari seorang kulit putih yang membawanya dari bukit kalvari di Israel. Ia memberikannya kepada ayahku dengan sebuah boneka, sebuah salib dan mantera yang panjang berisi pedoman cara berbicara terhadap bunga-bunga tersebut bila ia membutuhkan pertolongan, dan dengan cara demikian aku dikandung.
Benda-benda gaib itulah yang memungkinkan ayahku menghubungi ikan duyung yang harus menyusui dan membesarkan diriku pada tahun-tahun pertama hidupku.
Dengan benda-benda tersebut ayahku dapat melakukan perbuatan-perbuatan sihir yang ajaib. Ia memutuskan lengannya dari tubuhnya, bagian-bagian tersebut penuh dengan darah, tetapi dengan mudah ia dapat mempersatukannya kembali. Ia dapat menjadi seekor kambing berkepala manusia yang mengendarai sepeda, dan banyak lagi. Aku juga teringat akan satu kejadian di saat kami sedang menyeberangi sungai dengan perahu dari Kolwezi ke Mbujimaji. Kakakku sedang mendukung diriku, ketika ia tiba-tiba jatuh kedalam sungai dan tenggelam, tetapi diriku sendiri oleh kuasa-kuasa gaib dengan selamat jatuh didalam tangan ayahku.
Sesosok hantulah yang memberiku nama. Ketika ibu sedang mengandung diriku, seorang pamanku yang telah mati beberapa saat yang lalu menampakkan diri didalam ruang tidur orang tuaku pada malam hari, dan mengancam mereka untuk memberiku namanya sendiri, kalau tidak ia akan menunjukkan kekuatannya terhadap mereka. Karena orang tuaku terikat oleh jenis kehidupan seperti itu , maka mereka tidak pernah mempersoalkan kebenaran dari seorang yang datang dari dunia orang mati, mereka langsung saja setuju untuk melakukan perintah tersebut. Saat itu mereka berada itu mereka berada dalam suatu trance (seperti dihipnotis), tetapi kehadiran dan suara tersebut begitu nyata, dan kedua orang tuaku menyaksikannya sendiri. Ayah mengatakan kepadaku bahwa paman itu adalah seorang penyihir yang kuat. Saat itu mereka begitu takut karena kehadirannya di dalam ruangan itu, sehingga tidak ada pilihan lain selain patuh secara mutlak. Karena mereka menyetujui perintah tersebut, maka dengan sendirinya berarti bahwa mereka menginjinkan roh orang itu menguasai seluruh hidupku, dan sejak saat itu telah ditentukan orang macam apakah aku ini nanti jadinya. Aku mewarisi sifat dan kepribadianya. Saudara-saudara, siapapun juga yang saat membaca buku ini, ketahuilah bahwa apabila orang tua anda melakukan upacara-upacara tertentu di dalam hidup anda ketika anda masih kecil, anda berarti telah diserahkan kepada iblis dan satu-satunya kelepasan anda adalah melalui darah Yesus Kristus.
Ketika masih remaja, aku dapat terbang ke negara mana saja yang diperintahkan lucifer, aku dapat menjadikan helikopter dari sebatang tongkat atau sepatuku, dan terbang ke India, Amerika dan pulang kembali kerumah. Aku juga dapat berubah bentuk menjadi seekor lalat dan hinggap diatas bahu seseorang. Orang itu akan membawaku ke suatu jarak tertentu, dan aku kemudian akan menjatuhkan diriku dan berjalan didepannya tanpa sepengetahuannya. Keesokan harinya, orang itu akan merasa sakit dan lesu oleh karen kesakitan di bahunya yang disebabkan oleh beban berat tubuhku yang sesungguhnya.
Aku dapat memasuki rumah siapapun juga baik siang maupun malam dan memata-matai kegiatan penghuninya sesuai dengan keinginanku. Aku mengetahui setiap ruang tidur yang terbuka dalam setiap rumah. Aku dapat berubah bentuk menjadi seekor kecoak dan beristirahat dekat tungku pemanas. Aku juga tahu cara mengubah sebua benda menjadi benda lain. Aku dapat mengubah seorang manusia menjadi seekor kambing, menyembelihnya dan memakannya dengan hati yang bebas tanpa diliputi rasa bersalah. Aku juga ahli memanfaatkan roh orang lain disaat tertidur, aku mengendarainya bagaikan seekor kuda sepanjang malam. Saat orang tersebut bangun keesokkan harinya, maka ia akan merasakan sakit disekujur tubuhnya karena ia telah menjadi bagiku seperti bantal dan perisai manusia terhadap semua panah-panah yang ditujukan kepadaku dalam dunia roh. Hal ini terutama bila seseorang yang memiliki fisik yang kuat di dalam dunia. Karena didalam dunia roh pun ia tampak kuat. Tuhan Yesus Kristus telah menyelamatkan aku dan aku berharap anda mengetahui betapa dalamnya aku telah berhubungan dengan iblis, sebagai suatu pelajaran agar yang lain jera dan tidak terjatuh kedalam lubang yang sama, dan untuk menunjukkan bahwa Yesuslah satu-satunya jalan, kebenaran dan hidup. Aku tahu bahwa banyak orang terlibat dalam perdukunan. Bila anda terlibat dlam salah satu hal-hal yang akan kusebutkan, bertobatlah dan bukalah hatimu, mintalah Tuhan Yesus Akan Menyelamatkanmu.




sumber : http://belong2jesus.tripod.com/mukendi/

kesaksian mukendi:

1. mukendi diberi asi oleh seekor duyung ( 1/13 ).



Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...