A story with tens of thousands of articles.

A story with tens of thousands of articles.
life and death, blessing and cursing, from the main character in the hands of readers.
Showing posts with label kesaksian. Show all posts
Showing posts with label kesaksian. Show all posts

Monday, March 23, 2015

kalau Yesus adalah Tuhan, lalu kenapa bisa mati ?



Jaka Triyana shared his photo to the group: FORUM DEBAT MUHAMMAD BUKAN NABI.
21 hrs · 
=> PERTANYAAN 1 : MENGAPA YESUS HARUS MATI MENEBUS DOSA?
__________________________
Mereka yang di luar Yesus sering bertanya:
Mengapa Yesus harus dikorbankan demi alasan pengampunan dosa?
Bukankah Tuhan itu Maha Pengampun dan tinggal berkata: Aku mengampunimu?
__________________________
PENJABARAN :
Dalam kitab Roma 6:23 dikatakan :
Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita.
Dosa ‪#‎melanggar‬ kekudusan Allah/Bapa. Mereka yg berdosa tidak dapat hidup di hadapan Bapa karena di dalam Bapa dosa dan pendosa tidak mendapat tempat.
Orang berdosa harus mati selamanya karena dosanya..! Ini hukum Allah.!
1. Kematian sebagai akibat dosa harus tetap berlangsung karena Bapa tidak dapat berkompromi dengan dosa.
2. Di sisi lain, Bapa mengasihi manusia. Bapa tidak mau manusia itu mati / binasa selama-lamanya oleh murka-Nya sendiri.
__________________________
Agar manusia terluput dari murka-Nya yang mematikan itu, Dia relakan Anak-Nya menjadi pengganti manusia dalam menerima hukuman karena dosa.
Dia mengutus Anak-Nya menjadi rupa daging supaya dalam daging‪#‎PENGHUKUMAN‬ dapat berlangsung.
Yohanes 3:16
karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.
__________________________
Disisi lain, hukum Allah yang tercantum dalam 10 perintah Allah HARUS di laksanakan oleh manusia secara SEMPURNA, dan tidak ada satupun manusia yang bisa melaksanakan 10 PERINTAH ALLAH dengan sempurna, karena hukum Allah adalah :
YAKOBUS 2:
(10) Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya.
(11) Sebab Ia yang mengatakan: "Jangan berzinah", Ia mengatakan juga: "Jangan membunuh". Jadi jika kamu tidak berzinah tetapi membunuh, maka kamu menjadi pelanggar hukum juga.
Dan karena tidak ada satupun yang bisa secara SEMPURNA dalam menjalankan 10 perintah Allah itu, maka Allah sendiri yang SEMPURNA untuk ‪#‎mengenapinya‬dalam wujud ‪#‎insani‬, YESUS KRISTUS.!
____________________________
Mereka yang percaya pada KUASA penggantian Anak-Nya dalam hal penghukuman dari Bapa, akan diselamatkan karena dengan percayanya mereka kepada korban AnakNya, maka mereka telah masuk ke dalam daftar orang-orang yang ‪#‎DIGANTIKAN‬ penghukumannya.
Bila anda MENERIMA kematian dan penghukuman Yesus serta kebangkitanNya, maka anda diterima oleh Bapa karena bagi Bapa, anda TELAH digantikan..!
Dan bagi Bapa, murka Nya TELAH diselesaikan-Nya pada Yesus,
===>> BUKAN LAGI PADA ANDA...!
KESIMPULAN :
1. Kalau Bapa hanya ‪#‎menghukum‬ saja, maka Ia disebut Tuhan yg otoriter dan arogan (tidak punya kasih).
2. Dan kalau Bapa hanya ‪#‎mengampuni‬ saja, maka Ia disebut Tuhan yang "gampangan" yang tidak dapat memberi konsekuensi dosa itu sendiri yang telah melanggar kekudusan-Nya.
__________________________
Dan ternyata Bapa bukan Tuhan yang otoriter dan arogan dan juga bukan Tuhan yang "gampangan".
Bapa adalah Tuhan yang tegas terhadap dosa tetapi juga adalah Tuhan yg penuh kasih.
Ketegasan dan Kasih Bapa bertitik temu pada ‪#‎Anak_Nya‬ yg telah diutus sebagai JEMBATAN untuk menghubungkan antara KEKUDUSAN ALLAH dengan kenajisan sebuah DOSA...!
__________________________
PERTANYAAN 2: APAKAH TUHAN BISA MATI.?
Untuk menjelaskan pertanyaan ini, maka ada beberapa ayat yg bisa menjabarkan sebuah ‪#‎iman‬ dengan memakai dalil Alkitab sendiri :
“Akulah TUHAN dan tidak ada yang lain, kecuali Aku tidak ada ALLAH." (Yesaya 45:5)
Apakah WUJUDNYA ALLAH atau TUHAN.?
ROH atau Manusiakah Dia.?
Alkitab menyatakannya:
Dari ayat ini jelas menunjukan bahwa ALLAH yang disebut TUHAN itu wujudnya adalah ROH..! ( TIDAK TAMPAK )
Kejadian 1:2
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan‪#‎Roh‬ Allah melayang-layang di atas permukaan air.
Yohanes 4;24
Allah itu Roh dan barangsiapa menyembah Dia, harus menyembah-Nya dalam roh dan kebenaran."
___________________________
Allah yang wujudnya ROH itu ada dimana.?
Kembali Alkitab memberi pernyataannya demikian:
Yohanes 14:10
Tidak percayakah engkau, bahwa Aku di dalam Bapa dan Bapa di dalam Aku? Apa yang Aku katakan kepadamu, tidak Aku katakan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang ‪#‎diam‬ di dalam Aku, ‪#‎Dialah‬ yang melakukan pekerjaan-Nya.
Yohanes 14:
(7) Sekiranya kamu mengenal Aku, pasti kamu juga mengenal Bapa-Ku. Sekarang ini kamu mengenal Dia dan kamu telah melihat Dia.”
(9) Kata Yesus kepadanya: “Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku?
----------------------------------------------
Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami.
----------------------------------------------
Dari ayat ini memberi penjelasan yang menyakinkan bahwa ALLAH yang wujudnya ROH yang disapa TUHAN itu BERKARYA DALAM PRIBADI kemanusiaan YESUS
SANG FIRMAN yang bersama-sama ALLAH dan yang adalah ALLAH yang telah menjadi Manusia (Yohanes 1:1-3).
Dialah (ALLAH yang ROH itulah) yang melakukan pekerjaannya. YESUS yang manusia, hanya menjadi alat PERANTARA antara ALLAH dengan manusia, namun Dia (YESUS KRISTUS itu) sendiri adalah Anak Manusia ya manusia (Baca 1 Timotius 2:5).
___________________________
ALLAH yang wujudnya ROH yang berkarya di dalam pribadi manusia YESUS itulah yang disapa dengan seruan:
”Eli Eli Lamasabakhtani; Allahku AllahKu,mengapa Engkau meninggalkan Aku.”
ALLAH yang wujudnya ROH yang menjadi ROH KEHIDUPAN YESUS itu meninggalkan Yesus yang manusia itu untuk MENANGGUNG segala dosa manusia, maka Yesus yang manusia itupun matilah.
Tetapi TUHAN atau ALLAH yang wujudnya ROH itu SAMA SEKALI TIDAK MENGALAMI KEMATIAN. Hal ini dapat kita yakini dengan ayat :
1 Petrus 3:18
Sebab juga Kristus telah mati sekali untuk segala dosa kita, Ia yang benar untuk orang-orang yang tidak benar, supaya Ia membawa kita kepada Allah; Ia, yang telah‪#‎dibunuh‬ dalam keadaan-Nya sebagai manusia, tetapi yang telah ‪#‎dibangkitkan‬menurut Roh,
TUHAN atau ALLAH yang wujudnya ROH itu TETAPLAH KEKAL.
Mungkin anda pernah mendengar yang berkata:
“TUHAN Yesus mati dikayu salib”..!
Ungkapan ini adalah kata-kata yang dipahami menjadi salah kapra.!
Sama hal dengan ada orang yang mengatakan: “Jendral Sudirman mati...” Setiap orang tentu tahu, bahwa yang mati itu adalah Sudirman, ‪#‎bukan‬ Jendralnya.
Karena Jabatan atau Kuasa JENDRAL nya itu tidak pernah mati. Yang mati itu adalah oknum manusia Sudirmannya....
Sekali lagi dijelaskan; TUHAN TIDAK PERNAH dan TIDAK AKAN MATI.
==>> TUHAN ITU TETAP KEKAL...!!!
Yang mati disini adalah #insani Yesus nya untuk mengenapi RENCANA Allah itu sendiri ‪#‎menyelamatkan‬ manusia dari MURKA ALLAH karena DOSA.! Sekarang menjadi jelas, khan..!?
____________________________
Tuhan Yesus memberkati semua..! ‪#‎jordan_irawan‬

Thursday, March 12, 2015

Doa anak-anak membuat Robby Sugara pulang ke rumah.



'Kesaksian Robby Sugara
Dipulihkan untuk Memulihkan
Semua indah pada waktunya

Perasaan bersalah segera mendera Robby. “Adakah mereka marah, dendam dan benci padaku?”, batin Robby penasaran. Namun, ah, lihatlah mata mereka. Mereka menatap Robby, ayah yang telah menelantarkan mereka selama 14 tahun, penuh kasih. Tak satupun keluar makian dari mulut mereka. Hanya satu permintaan mereka, “Papi pulang.” 

Daniel 9:4 - Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!

Ayub 4:6 - Bukankah takutmu akan Allah yang menjadi sandaranmu, dan kesalehan hidupmu menjadi pengharapanmu?

Perjuangan didalam suatu keluarga memang tidak mudah. Duri dan kerikil tajam kerap mewarnai hubungan didalam suatu keluarga. Semua ini biasanya diawali dengan perbedaan sudut pandang dalam menjalani kehidupan. Tetapi susah dan sedih didalam kehidupan keluarga merupakan bagian dari seni menjalani kehidupan ini.

Begini kisahnya :

Ini bukanlah kisah mengenai diri saya, tapi kisah perjuangan istri dan anak-anak saya, kisah penantian yang panjang dan tak pernah menyerah. Kisah tentang pengampunan, kejahatan dan pengkhianatan, yang dibalas oleh kerinduan dan kasih yang besar.

Robby Sugara (lahir pada tahun 1951) dengan nama asli Robert Kaihena adalah seorang aktor berdarah Jawa-Ambon-Belanda.Pada tahun 1975, aktor ini terkenal karena iklan pria Brisk yang dibintanginya. Ia merupakan salah seorang aktor kawakan pada periode 1970 hingga 1980-an. Namanya dapat disejajarkan dengan Tanty Yosepha, Yenny Rachman, Yati Octavia, Doris Callebaute, dan Roy Marten. Ia menikah dengan Bertha Suwages dan memiliki tujuh anak.

Dalam perjalanan hidupnya Robby Sugara sempat menelantarkan keluarganya selama 14 tahun, sebuah keputusan yang akan menghancurkan hati banyak orang, akan tetapi dengan ketekukan istri dan anak-anaknya, maka Robby Sugara bisa megalami pertobatan dan keluarga mereka dipulihkan. Ia kembali berkat doa yang tak putus dari anak-anaknya

Pengantar 

Robert Kaihena yang kemudian kita kenal dengan Robby Sugara berlimpah kasih sayang dari kedua orangtuanya, Matias Kaihena dan Inem. Kendati dibesarkan di negeri Belanda, Robby tidak mengenal kehidupan bebas. ”Mereka menjaga saya seperti anak perempuan. Saya ini kurang pergaulan, tahunya hanya rumah. Nggak pernah ke mana-mana,” kenang Robby yang hidup dalam keluarga harmonis itu.

PRIA ALIM

Saat kembali ke Jakarta, 1968, Robby adalah remaja alim yang hidupnya lurus. Setelah menyelesaikan pendidikan di STM Poncol, tahun 1970, ia bekerja sebagai pelayan restoran di sebuah hotel berbintang. Kariernya dimulai dari bawah, sebagai tukang nge-lap piring. Pelan-pelan, kariernya menanjak hingga menjadi manajer restoran.Tak jauh dari hotel berbintang itu, Bertha Iriani Mariana tinggal bersama keluarganya. Gadis cantik peranakan Papua dan China itu memikat hati Robby. ”Kami kenal lewat teman. Lalu pacaran, sempat putus nyambung beberapa kali. Akhirnya tahun 1974, kami menikah,” kisahnya. Setahun menikah, lahir Ella Inggrid Maria, buah cinta mereka. Tahun itu pula, Robby mulai masuk dunia film. Berawal dari film Rahasia Perawan (1975), karier peranakan Belanda-Jawa dan Ambon di dunia hiburan melesat pesat.

MASUK DUNIA FILM

Pada tahun 1975 hingga tahun 1983 adalah masa kejayaan Robby. Para gadis menyanjungnya. Para ibu mengaguminya. Produser pun mencintainya. Hampir semua film yang dibintanginya laris manis. Sebutlah di antaranya dr. Karmila, Kabut Sutra Ungu, Anna Maria, Romantika Remaja, dan masih banyak lagi. Pria Brisk itu telah memikat insan di seluruh negeri. Bersama Roy Marten, Doris Callebout, Yati Oktavia, Yenny Rahman, ia menjadi The Big 5, ikon film nasional kala itu. Popularitas membuat hidup Robby menjadi lebih mudah. Semuanya berubah drastis. Yang dulunya hidup pas-pasan, uang di kantong hanya cukup untuk naik bis, jadi berlimpah harta. Yang sebelumnya kuper jadi gaul abis. Ia bagaikan burung yang lepas dari sangkarnya. Bebas dan lepas. Mulailah, ia mencicipi pergaulan bebas yang tak pernah dirambahnya. Disko dan pesta jadi menu hariannya. Foya-foya jadi bagian kehidupan barunya.Namun, kemakmuran itu tak berumur lama. 1983, saat perfilman nasional mulai mundur, bintang Robby pun meredup.

BANGKRUT

Tahun 1984, industri perfilman Indonesia jatuh, membuat saya harus mencari cara lain untuk tetap mendapatkan penghasilan. Menghadapi kondisi krisis ini, Robby dan Etha, justru tak berjalan beriring. Pertengkaran kerap terjadi. Kondisi mereka memburuk.

Teman saya mengajak untuk berbisnis, kami kemudian membuka sebuah perusahaan, dengan harapan nama Robby Sugara sebagai Direkturnya bisa menjadi hoki dan menarik banyak transaksi bisnis. Tetapi harapan perusahaan itu akan menghasilkan keuntungan besar ternyata tidak terwujud. Waktu berjalan, perusahaan malah menyedot aset pribadi saya (Robby Sugara) untuk membayar gaji karyawan dan biaya-biaya lain dalam menjalankan perusahaan setiap bulannya.

Perusahaan yang didirikan Robby bersama sang rekan, morat-marit. Nyaris bangkrut.

Keadaan finansial saya semakin terjepit, menghidupi seorang isteri dan tujuh orang anak sungguh sulit dimana saya tidak memiliki pendapatan, justru pengeluaran sangat besar untuk keluarga dan perusahaan. Nama besar, masalah perusahaan, dan menafkahi keluarga menjadi beban yang sangat berat bagi saya, yang saya rasa sudah tidak sanggup lagi untuk menanggungnya. 

Ditengah krisis tersebut, rekan bisnis saya mengenalkan saya dengan seorang wanita. Rekan saya berharap dengan nama besar saya sebagai artis dan wajah ganteng bisa membuat wanita itu tertarik memberikan banyak bisnis besar pada kami. Ia meminta Robby mendekati seorang pengusaha perempuan yang dekat dengan penguasa, kala itu yang memiliki koneksi dan relasi bisnis luas sampai kepejabat tinggi dan keluarga Cendana. Harapannya, perempuan itu bisa menolong usaha mereka.Harapannya terkabul, wanita itu langsung tertarik pada saya. Bahkan bukan hanya sampai dibisnis saja, hubungan pribadi kami semakin hari menjadi semakin dekat, dan keluarga semakin terabaikan.

Berawal dari urusan bisnis, hubungan Robby dengan perempuan itu, sebut saja Tita, merembet ke hubungan pribadi. Robby kerap curhat masalah keluarganya pada Tita. Bagai mendapat umpan, Tita yang saat itu terpikat dengan ketampanan Robby, berusaha menjadi penolong. Akhirnya, mereka jatuh cinta. Etha tak berdaya. Ibarat perangko dengan amplopnya, mereka sudah lengket. Sulit dipisahkan.Menjalin hubungan dengan Tita, Robby bagaikan menemukan oase atas kerontang hidupnya. Meski sebenarnya, itu hanyalah oase semu. Kewajiban menghidupi isteri dan tujuh anak adalah beban berat bagi Robby. Bersama Tita, Robby melihat masa depan cerah. Tahun 1984, Robby mengambil keputusan fatal. Ia meninggalkan Etha bersama ketujuh anak mereka yang masih kecil. Si sulung Ella, berusia 11 tahun. Sementara Juan, si bungsu masih 9 bulan. ”Saya benar-benar pengecut. Saya tinggalkan keluarga, tanpa harta sepeser pun. Saya pergi menyelamatkan diri sendiri,” katanya sendu. Bersama Tita, ia menghilang dari Jakarta. Menuju ujung bumi Jawa Barat. Mereka membangun kehidupan baru di pinggir laut Selat Sunda. Benar dugaan Robby, hidupnya bersama Tita berkelimpahan. Dalam waktu singkat, bisnis yang mereka rintis berkembang cepat. ”Kami membangun tempat penginapan indah di pinggir pantai. Tempat itu sering digunakan untuk kegiatan rohani seperti retreat dan doa semalam suntuk. Itu seakan membuktikan bahwa saya di jalan yang ”benar”,” kisah pria kelahiran Malang, 20 Juli 1950 itu. Robby bagai hidup di dunia mimpi. Kekayaan begitu mudah meng-hampiri-nya. Bersama Tita, tiga bulan sekali Robby melancong ke Eropa. Robby melupakan keluarga.

Saya sudah tidak peduli lagi, hanya satu yang saya pikirkan saat itu, yaitu kebebasan dan kesenangan yang akan saya dapatkan. Bagaimana nanti anak-anak saya makan, di mana mereka akan tinggal, dan bagaimana mereka akan bersekolah?. Saya sudah tidak peduli lagi, hanya satu yang saya pikirkan saat itu, yaitu kebebasan dan kesenangan yang akan saya dapatkan.

Sepuluh tahun lebih saya tidak tahu menahu dengan keluarga saya, saya tidak tahu sama sekali mengenai anak-anak saya, apakah mereka masih hidup, apakah mereka masih makan, apakah mereka masih bersekolah, saya tidak tahu sama sekali. Dalam segala kelimpahan yang saya miliki, saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbagi dengan anak-anak saya membantu kehidupan mereka.

KELUARGA MENDERITA

Sementara Robby hidup bagai raja, keluarganya hidup di ujung jurang. Sepeninggal Robby, Etha merasa seakan langit runtuh menimpanya. Betapa tidak, tak hanya ditinggalkan suami, Etha juga dikucilkan keluarga besarnya. ”Papa saya marah besar, lalu memberi pilihan berat, Bawa ketujuh anakmu biar Robby yang urus dan kamu kembali ke keluarga. Kalau tidak, keluarga besar ga mau tahu urusan kamu dan anak,”’ kisah perempuan kelahiran 27 Mei 1953 itu.Pilihan yang amat berat. Namun, Etha memilih mempertahankan anak-anaknya. ”Bagi saya, anak-anak bukanlah hanya hasil hubungan suami isteri. Mereka adalah titipan Tuhan. Saya harus menjaga betul kepercayaan Tuhan ini,” tutur Etha tegas. Jadilah, episode pedih, kehidupan Etha bersama anak-anaknya dimulai.Etha tak mau lama-lama berkubang dalam kesedihan. Baginya, nasib tak perlu diratapi. Masalah harus segera dihadapi. Di depannya ada tujuh anak yang harus dihidupi. Ia segera bergerak. “Awalnya saya tidak tahu harus memulai dari mana. Karena saya adalah ibu rumah tangga lulusan SMA yang tak punya keahlian khusus. Tapi, saya punya punya prinsip: apa yang orang bisa pasti saya bisa,” ujar perempuan yang besar di Papua itu.Ia tanggalkan gengsi sebagai isteri mantan artis terkenal. Ia datangi teman-teman untuk menawarkan jasanya. Entah itu mengurus paspor, SIM, perpanjangan STNK, dll. Tak hanya itu, ia juga masih sempat membuat dan berjualan kue. Menjual baju dengan cara kredit pun dilakoninya. Prinsipnya, ia harus bergerak demi anak-anak. Hasil yang ia dapatkan sehari harus bisa mencukupi kebutuhan selama tiga hari.

ANAK-ANAK STRES

Pagi-pagi, pukul 06.00 ia sudah keluar rumah. Baru pulang menjelang maghrib. Anak-anak di rumah diasuh oleh pembantu yang ikut mereka tanpa dibayar. Berkat kegigihannya, anak-anak tidak pernah kekurangan makan. Namun, mereka punya tunggakan uang sekolah dan tagihan listrik selama beberapa tahun.Tak hanya masalah ekonomi, Etha pun dihadapkan pada masalah psikologis anak-anaknya. Kepergian sang ayah, menorehkan luka mendalam pada hati mereka. Etha sering dipanggil ke sekolah lantaran anak-anak sering memperlihatkan perilaku ganjil. Suatu saat, Etha diminta datang ke sekolah Cilla, anak ketiganya saat istirahat pagi. Waktu itu, usia Cilla masih 9 tahun. Di saat teman-temannya berlarian dan tertawa riang, Etha mendapati Cilla tengah bengong. Pandangannya kosong. Sementara, Ella, si sulung sering kejang jika kangen dengan ayahnya. “Anak saya yang pertama hingga keempat yang saat itu berusia 7 tahun sudah terkena imbas dari kehancuran rumah tangga kami,” tutur Etha pedih.

Melihat anak-anak menderita, etha pun mengambil keputusan. di hadapan mereka, etha berjanji, “tidak ada bapak kedua di rumah ini. kecuali Bapak robby yang kita tunggu pulang.” rupanya, kata-kata itu menguatkan anak-anak. Mereka masih punya harapan, suatu saat akan bertemu dengan sang papa.

ANAK-ANAK CINTA TUHAN YESUS

Sebagai manusia biasa, Etha sadar. Ia tak mungkin mampu mengatasi problem psikologis yang dihadapi anak-anaknya seorang diri. Apalagi Etha melihat kenyataan di sekelilingnya. Anak-anak dari keluarga broken home kehidupannya juga hancur kecanduan narkoba dan seks bebas. Ia tak mau anak-anaknya akan mengalami hal yang sama. Maka, ia membawa anak-anak dekat dengan Tuhan. Jadilah ketujuh anak Etha, akrab dengan kehidupan gereja sejak mereka kecil. “Saya tidak mau anak saya lepas dari tangan Tuhan. Ngeri rasanya,” katanya begidik. Keputusan itu memang tepat. Anak-anaknya bertumbuh dalam rohani. Suatu kali, si sulung meminjam satu kamar di rumah mereka. Awalnya, Etha tak tahu apa yang mereka lakukan di dalam sana. Hingga suatu hari, ia mencoba mengintip dari jendela. Ia melihat tiga anaknya sedang memasang lilin di lantai. Setelah itu mereka bergabung dengan empat saudaranya yang lain, duduk bersila di lantai. Diterangi oleh sinar lilin (karena nunggak bayar selama dua tahun, listrik dicabut), mereka bergandengan tangan dan melantunkan pujian dan penyembahan pada Tuhan. Ketujuh anak itu bersatu hati, berdoa pada Tuhan. Sebelum mereka meminta sesuatu pada Tuhan, mereka berdoa, “Tuhan kami mengampuni papa kami, karena dia tidak tahu apa yang dia lakukan. Tuhan kami juga mengampuni perempuan yang mengambil papa kami. Beri suami lain supaya papa kami bisa pulang.” Tubuh Etha bergetar. Ada rasa haru bercampur syukur dan bahagia. Ia bangga melihat anak-anaknya tumbuh dalam Tuhan.

SEMPAT TERGODA

Kendati sudah bekerja keras membanting tulang, kondisi ekonomi keluarga mereka tak kunjung membaik. Kebutuhan makin meningkat,sementara uang makin susah didapat. Etha mulai putar otak. Ia ingin mendapatkan uang dengan cara mudah. Mungkinkah? Ah, ia melihat dirinya di cermin. Di sana ada sosok perempuan muda yang punya daya tarik kuat. Kendati dari rahimnya sudah lahir tujuh anak, perempuan itu tetap cantik dan menarik. “Jika lu butuh uang, telpon gue. Gue akan carikan lu kerjaan,” terngiang kembali ucapan sang teman beberapa waktu lalu. Etha tahu persis pekerjaan yang dimaksud sang teman. Rasanya, tak sudi ia menjalaninya. Tapi, ia harus berhadapan dengan kenyataan. Ia butuh uang untuk menghidupi anak-anaknya. Etha melangkah ke telepon umum. Tangannya memutar sejumlah nomor. “Aku butuh pekerjaan, tolong carikan aku bos ya,” katanya gemetar. Etha sadar, ia tengah menjerumuskan dirinya sendiri. Namun, tak ada pilihan lain. Malam itu, Etha gelisah. Batinnya berperang. Sebagian melarang ia melakukan itu. “Kau ini tak punya harga diri!”. Sebagian lain, mendukungnya. “Ayolah, ini kesempatan bagus. Anak-anakmu butuh uang.” Pagi datang. Saat hendak bangun, ia mendapati kasur penuh dengan darah. Etha mengalami pendarahan hebat. Suatu hal langka yang tak pernah dialami sebelumnya. “Kalau pun saya menstruasi biasa gak gitu-gitu amat,” kenangnya. Ia lalu menelpon temannya, menceritakan kejadian itu. “Ah, lu stres aja kali,” begitu komentar sang teman. Maka, janji hari itu pun batal. Sebulan kemudian Etha kembali meminta pekerjaan pada sang teman. Namun, kejadian itu terulang kembali. Lagi-lagi Etha mengalami pendarahan. Bagi Etha, kejadian itu adalah sebuah teguran keras dari Tuhan. “Sejak itu, saya tidak berani melakukan itu. Jangankan melakukan. Bicara saja, saya udah takut,” ungkapnya. Jadilah, Etha kembali mencari uang dengan cara yang diperkenankan Tuhan.

DOA TAK KUNJUNG PUTUS

Hari berlalu. Ketujuh anak Robby tumbuh menjadi gadis dan perjaka. Mereka mewarisi keelokan fisik dari orang tuanya. Kerinduan pada sang ayah, tak kunjung pudar. Mereka masih setia, setiap hari berdoa pada Tuhan, mengharap sang papa kembali. Setahun, dua tahun, doa mereka seakan tak terjawab. Pada tahun kelima, salah seorang anaknya berkata, “Aduh Ma, ampun deh udah lima tahun gak balik juga.” Mereka mulai bosan. Tak kunjung mendapat jawaban dari Tuhan. Pada tahun kesembilan, enam dari tujuh anaknya “menyerah”. Mereka memperbolehkan Etha menikah lagi. Namun, Cilla, anak ketiganya melarang. “Jangan Ma. Mama tidak boleh menikah lagi. Jika mama kawin, papa gak bisa balik lagi. Masih ada aku yang duduk di kaki Tuhan. Tuhan pasti jawab doaku. Mama sabar ya,” ujar Cilla menguatkan sang mama.

PERTEMUAN MENGHARUKAN

Pada tahun kesepuluh, 1994, Ella si sulung berhasil menemukan “tempat perlarian” sang ayah. Ia lalu mengajak keenam adiknya ke ujung barat Pulau Jawa untuk bertemu Robby. Robby berdiri mematung. Di depannya ada tujuh anaknya yang kini tumbuh menjadi remaja. Cantik dan ganteng. Si sulung Ella (21) dan si bontot, Juan (11). Perasaan bersalah segera mendera Robby. “Adakah mereka marah, dendam dan benci padaku?”batin Robby penasaran. Namun, ah, lihatlah mata mereka. Mereka menatap Robby, ayah yang telah menelantarkan mereka selama 10 tahun, penuh kasih. Tak satupun keluar makian dari mulut mereka. Hanya satu permintaan mereka, “Papi pulang.” Pertemuan singkat itu menorehkan kerinduan mendalam pada hati Robby. Ia ingin kembali. Kerinduan yang mendalam itu akhirnya menjadi doanya. Ia sering menghabiskan malam di pinggir laut. Pikirannya selalu melayang ke keluarganya.

“Kemudian dalam satu kesempatan saya bertemu mereka semua, anak-anak saya sudah besar-besar sehingga saya hampir tidak lagi mengenali mereka. Hati saya seperti teriris-iris saat mengetahui mereka dengan susah payah berhasil bertahan sepeninggalan saya.”

Tapi setelah pertemuan itu, saat-saat kami bertemu terus mengganggu saya. Begitu indah dan tidak dapat terganti apa pun. Begitu berlimpahnya hidup saya, namun tidak dapat menggantikan momen-momen yang indah bersama dengan mereka. Kerinduan saya untuk dapat terus bersama dengan mereka semakin lama semakin besar, hingga membuat saya tidak berdaya, hanya mampu berdoa, "Tuhan, persatukan saya kembali dengan mereka." Dalam pertemuan berikutnya, dalam haru saya berkata pada mereka, "Papa janji akan pulang...." Sebuah janji yang saya tidak tahu bagaimana saya mewujudkannya. Ternyata janji itu menyalakan kembali harapan mereka yang hampir padam, anak-anak terus dengan gencar mendoakan kepulangan saya. Setiap tahun mereka membeli hadiah khusus untuk saya, pada hari ulang tahun putri saya yang sulung, karena mereka pikir saya akan memberi kejutan pulang pada hari ulang tahun mereka. Tapi apa yang terjadi, saya tidak pulang. Mereka tidak putus harapan, berdoa lagi, lalu membeli kado lagi khusus buat saya, siap menghadapi kejutan kepulangan saya. Hal itu terjadi setiap tahun, tahun demi tahun, mereka menanti, dan selalu saya kecewakan.

KEMBALI KE KELUARGA

Gelagat ini tercium oleh pasangan selingkuhannya. Ia tak rela Robby kembali ke keluarga. Maka, ia pun berusaha meneror Robby. “Saya mendengar ancaman, dia akan membuat saya cacat supaya tidak dapat kembali ke dunia film. Kalau sampai saya tinggalin dia maka saya akan diadukan ke polisi, dsb. Namun, semua itu sebenarnya malah meringankan langkah saya untuk segera meninggalkan dia,” kisah Robby pada Bahana di suatu pagi di Yogyakarta. Kerinduan Robby sudah tak tertahankan. Tahun ke-14, Januari 1998, ia menelpon Etha, berjanji akan kembali ke keluarga. Pada hari yang dijanjikan, ketujuh anaknya berkumpul di ruang tamu. Sambil menunggu Robby, mereka terus melantunkan pujian dan penyembahan pada Tuhan. Tepat jam 2 pagi, terdengar ketukan di pintu. Robby akhirnya pulang.

“Peristiwa yang dinanti-nantikan mereka pun terjadi, saya dipulangkan oleh wanita itu, bahkan diantar sampai ke depan rumah saya pada tengah malam. Saya tidak pernah bertemu dengannya lagi sejak saat itu. Peristiwa pemulangan saya itu menunjukkan bukan kuat gagah saya melepaskan diri dari jerat itu, tapi itu semata-mata karya Tuhan yang ajaib. Bukan saya yang berusaha dan pulang sendiri meninggalkan semua kenikmatan duniawi itu, melainkan mukjizat Tuhan yang memulangkan saya.”

Peristiwa itu disambut sukacita luar biasa oleh anak-anak saya, penuh haru dan kerinduan. Walaupun istri saya tidak merespons kepulangan saya, saya memakluminya. Selama 14 tahun kami terpisah, dan setelah semua kejahatan yang saya lakukan padanya, ia butuh waktu untuk menerima saya lagi. Saya tahu bahwa Tuhanlah yang menguasai hati keluarga saya, untuk mau menerima orang yang telah sekian lama menyakiti hati mereka, tidaklah mungkin jikalau bukan karena campur tangan Tuhan. Mereka diberikan-Nya kebesaran hati dan kasih untuk dapat menerima saya lagi. Kalau bukan karena campur tangan Tuhan, itu tidak mungkin.

Sama seperti saat meninggalkan keluarganya, Robby pun kembali ke keluarga dalam kondisi nol. Hanya ada uang Rp 60 ribu di dompetnya, dua celana jeans dan beberapa t-shirt. Semua kemewahan yang direguknya ditinggalkan begitu saja. Robby Sugara, ‘si Big Five itu’ jadi pengangguran.

KELUARGA DIPULIHKAN

Untuk bertahan hidup, Robby sempat menjadi supir dan membantu Roy Marten mengurus cafe. Pada April 1998, Tuhan memberinya kesempatan untuk kembali ke sinetron

“Setelah kembalinya saya ke rumah, semuanya tidak selesai begitu saja. Saya menghadapi sebuah pergumulan baru. Saya harus mengambil lagi beban yang saya tinggalkan, yaitu menghidupi keluarga saya. Saya tidak punya apa-apa sama sekali saat pulang pada mereka. Hanya membawa satu kantong plastik kecil berisi baju kotor. Saya memutar otak, bagaimana mendapatkan penghasilan. Kemudian saya mulai menghubungi teman-teman lama saya dalam dunia film, berharap nama besar Robby Sugara pada masa lalu masih bisa dijual saat ini. Saya menanti-nanti, tidak juga ada jawaban. Sampai akhirnya Tuhan tegur saya, agar saya tidak mengandalkan kekuatan saya, melainkan mengikuti jejak anak-anak saya yang hanya mengharapkan Tuhan untuk memulangkan saya. Saya menyadarinya, dan meminta ampun kalau saya masih mengandalkan nama besar. Dan menyerahkan sepenuhnya, segala sesuatunya ke dalam tangan Tuhan.”

“Tidak lama kemudian, jawaban Tuhan datang, saya mendapat peran dalam sebuah sinetron yang masih terkenal sampai saat ini, yaitu "Tersanjung". Setelah sinetron itu berkat Tuhan mengalir, hingga saya boleh diizinkan menyelesaikan puluhan judul sinetron. Saya sungguh rindu untuk melayani Tuhan, namun pelayanan saya sering kali terhambat dengan jadwal syuting yang sering berubah-ubah. Bila saya sudah dijadwalkan untuk bersaksi pada sebuah tempat, mendadak jadwal syuting juga berubah dan bentrok dengan jadwal melayani. Dengan sangat terpaksa saya harus mengikuti syuting karena sudah terikat kontrak. Hal ini membuat saya takut untuk menerima pelayanan kesaksian, takut saya mengecewakan jemaat yang mengundang, karena saya tidak bisa datang, bentrok dengan jadwal syuting yang berubah.”

“Saya berdoa pada Tuhan akan kerinduan besar saya untuk melayani Dia, dan keadaan pekerjaan saya saat itu. Pada sebuah sinetron yang saya perankan berjudul "Cintailah Aku", saya melihat judul dari sinetron itu memakai huruf besar untuk tulisan AKU. Saya percaya, ini adalah sebuah tanda dari Tuhan, agar saya melayani Dia sepenuhnya. Agar saya betul-betul mencintai hanya Dia seorang, meninggalkan segala sesuatunya, dan menyerahkan seluruh pemeliharaan hidup saya dalam tangan-Nya. Maka saya memutuskan untuk meninggalkan dunia keartisan, dan terjun sepenuhnya kepelayanan. Sungguh sebuah sukacita dapat melayani Tuhan Yesus yang telah memulihkan hidup dan keluarga saya. Orang bertanya, lalu dari mana saya memenuhi kebutuhan materi keluarga. Saya hanya tersenyum, Tuhan Yesus pasti mencukupi segala sesuatunya. Saya sudah melihat dan merasakan kebaikan-Nya, Ia selalu mencukupkan apa yang saya butuhkan, terpujilah nama-Nya.”

Di dalam keterbatasan itulah, justru keluarga Robby dipulihkan. Cinta kasih antara Robby dan Etha yang terkubur selama 14 tahun, Tuhan pulihkan. Kini, mereka bahkan seperti pengantin baru lagi. Belajar dari ketaatan anak-anaknya, Robby kini menjadi pelayan Tuhan. Tahun 2005, ia tinggalkan dunia sinetron dan melayani Tuhan sepenuh waktu. Robby-Etha, pelayanan keliling Indonesia, bahkan luar negeri untuk menyaksikan kasih Tuhan dalam kehidupan mereka. Itulah kedahsyatan kasih Tuhan. Ia bisa mengubah sebuah kehancuran menjadi kemuliaan.

Mari kita nikmati pelayanan Firman dan kesaksian Robby Sugara mengenai betapa hebat dan dahsyatnya ALLAH kita, yang mampu merubah seseorang Robby Sugara “pria yang tidak setia dan meninggalkan istri serta tujuh anaknya selama 14 tahun”, dan berubah menjadi anak Nya yang saat ini dipakai untuk menyaksikan kemuliaanNya.

Kunjungi fans page :
https://www.facebook.com/kesaksiansegalabangsa
Yang mana dimasa mendatang banyak kesaksian yang di-konsentrasikan disini dan kita bisa bersama-sama membacanya.

Yakobus 5:16 - Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.

Seorang suami harus mengasihi istrinya, demikian juga seorang istri diharapkan menghormati kepada suami. Sudah bisa dipastikan bila hubungan permulaan sebelum mengarungi tidak dilandasi dengan penyertaan Tuhan maka ditengah jalan bahtera rumah tangga bisa mengalami keretakan atau kandas ditengah. Jadi landasilah awal pernikahan dengan penyertaan dan peran serta Tuhan Yesus dan biarlah Tuhan Yesus berdaulat didalam bahtera rumah tangga tersebut. Tetap saling mengasihi sesama manusia. Tetap semangat dan Tuhan Yesus pasti memberkati. Ya dan Amen.

Sumber :
http://kesaksian-kriste.blogspot.com/2008/11/kesaksian-robby-sugara.html
source : http://www.bahana-magazine.com
http://gbisokid.wordpress.com/2009/11/12/ibadah-raya-minggu-pagi-0800-wib-bersama-bp-robby-sugara/
http://danielroom.blogspot.com/2007/06/kesaksian-robby-sugara.html
http://ajaran-kristen.blogspot.com/2013/01/kesaksian-robby-sugara-dipulihkan-untuk.html
.'





















Kesaksian Robby Sugara
Dipulihkan untuk Memulihkan
Semua indah pada waktunya
Perasaan bersalah segera mendera Robby. “Adakah mereka marah, dendam dan benci padaku?”, batin Robby penasaran. Namun, ah, lihatlah mata mereka. Mereka menatap Robby, ayah yang telah menelantarkan mereka selama 14 tahun, penuh kasih. Tak satupun keluar makian dari mulut mereka. Hanya satu permintaan mereka, “Papi pulang.”
Daniel 9:4 - Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!
Ayub 4:6 - Bukankah takutmu akan Allah yang menjadi sandaranmu, dan kesalehan hidupmu menjadi pengharapanmu?
Perjuangan didalam suatu keluarga memang tidak mudah. Duri dan kerikil tajam kerap mewarnai hubungan didalam suatu keluarga. Semua ini biasanya diawali dengan perbedaan sudut pandang dalam menjalani kehidupan. Tetapi susah dan sedih didalam kehidupan keluarga merupakan bagian dari seni menjalani kehidupan ini.
Begini kisahnya :
Ini bukanlah kisah mengenai diri saya, tapi kisah perjuangan istri dan anak-anak saya, kisah penantian yang panjang dan tak pernah menyerah. Kisah tentang pengampunan, kejahatan dan pengkhianatan, yang dibalas oleh kerinduan dan kasih yang besar.
Robby Sugara (lahir pada tahun 1951) dengan nama asli Robert Kaihena adalah seorang aktor berdarah Jawa-Ambon-Belanda.Pada tahun 1975, aktor ini terkenal karena iklan pria Brisk yang dibintanginya. Ia merupakan salah seorang aktor kawakan pada periode 1970 hingga 1980-an. Namanya dapat disejajarkan dengan Tanty Yosepha, Yenny Rachman, Yati Octavia, Doris Callebaute, dan Roy Marten. Ia menikah dengan Bertha Suwages dan memiliki tujuh anak.
Dalam perjalanan hidupnya Robby Sugara sempat menelantarkan keluarganya selama 14 tahun, sebuah keputusan yang akan menghancurkan hati banyak orang, akan tetapi dengan ketekukan istri dan anak-anaknya, maka Robby Sugara bisa megalami pertobatan dan keluarga mereka dipulihkan. Ia kembali berkat doa yang tak putus dari anak-anaknya
Pengantar
Robert Kaihena yang kemudian kita kenal dengan Robby Sugara berlimpah kasih sayang dari kedua orangtuanya, Matias Kaihena dan Inem. Kendati dibesarkan di negeri Belanda, Robby tidak mengenal kehidupan bebas. ”Mereka menjaga saya seperti anak perempuan. Saya ini kurang pergaulan, tahunya hanya rumah. Nggak pernah ke mana-mana,” kenang Robby yang hidup dalam keluarga harmonis itu.
PRIA ALIM
Saat kembali ke Jakarta, 1968, Robby adalah remaja alim yang hidupnya lurus. Setelah menyelesaikan pendidikan di STM Poncol, tahun 1970, ia bekerja sebagai pelayan restoran di sebuah hotel berbintang. Kariernya dimulai dari bawah, sebagai tukang nge-lap piring. Pelan-pelan, kariernya menanjak hingga menjadi manajer restoran.Tak jauh dari hotel berbintang itu, Bertha Iriani Mariana tinggal bersama keluarganya. Gadis cantik peranakan Papua dan China itu memikat hati Robby. ”Kami kenal lewat teman. Lalu pacaran, sempat putus nyambung beberapa kali. Akhirnya tahun 1974, kami menikah,” kisahnya. Setahun menikah, lahir Ella Inggrid Maria, buah cinta mereka. Tahun itu pula, Robby mulai masuk dunia film. Berawal dari film Rahasia Perawan (1975), karier peranakan Belanda-Jawa dan Ambon di dunia hiburan melesat pesat.
MASUK DUNIA FILM
Pada tahun 1975 hingga tahun 1983 adalah masa kejayaan Robby. Para gadis menyanjungnya. Para ibu mengaguminya. Produser pun mencintainya. Hampir semua film yang dibintanginya laris manis. Sebutlah di antaranya dr. Karmila, Kabut Sutra Ungu, Anna Maria, Romantika Remaja, dan masih banyak lagi. Pria Brisk itu telah memikat insan di seluruh negeri. Bersama Roy Marten, Doris Callebout, Yati Oktavia, Yenny Rahman, ia menjadi The Big 5, ikon film nasional kala itu. Popularitas membuat hidup Robby menjadi lebih mudah. Semuanya berubah drastis. Yang dulunya hidup pas-pasan, uang di kantong hanya cukup untuk naik bis, jadi berlimpah harta. Yang sebelumnya kuper jadi gaul abis. Ia bagaikan burung yang lepas dari sangkarnya. Bebas dan lepas. Mulailah, ia mencicipi pergaulan bebas yang tak pernah dirambahnya. Disko dan pesta jadi menu hariannya. Foya-foya jadi bagian kehidupan barunya.Namun, kemakmuran itu tak berumur lama. 1983, saat perfilman nasional mulai mundur, bintang Robby pun meredup.
BANGKRUT
Tahun 1984, industri perfilman Indonesia jatuh, membuat saya harus mencari cara lain untuk tetap mendapatkan penghasilan. Menghadapi kondisi krisis ini, Robby dan Etha, justru tak berjalan beriring. Pertengkaran kerap terjadi. Kondisi mereka memburuk.
Teman saya mengajak untuk berbisnis, kami kemudian membuka sebuah perusahaan, dengan harapan nama Robby Sugara sebagai Direkturnya bisa menjadi hoki dan menarik banyak transaksi bisnis. Tetapi harapan perusahaan itu akan menghasilkan keuntungan besar ternyata tidak terwujud. Waktu berjalan, perusahaan malah menyedot aset pribadi saya (Robby Sugara) untuk membayar gaji karyawan dan biaya-biaya lain dalam menjalankan perusahaan setiap bulannya.
Perusahaan yang didirikan Robby bersama sang rekan, morat-marit. Nyaris bangkrut.
Keadaan finansial saya semakin terjepit, menghidupi seorang isteri dan tujuh orang anak sungguh sulit dimana saya tidak memiliki pendapatan, justru pengeluaran sangat besar untuk keluarga dan perusahaan. Nama besar, masalah perusahaan, dan menafkahi keluarga menjadi beban yang sangat berat bagi saya, yang saya rasa sudah tidak sanggup lagi untuk menanggungnya.
Ditengah krisis tersebut, rekan bisnis saya mengenalkan saya dengan seorang wanita. Rekan saya berharap dengan nama besar saya sebagai artis dan wajah ganteng bisa membuat wanita itu tertarik memberikan banyak bisnis besar pada kami. Ia meminta Robby mendekati seorang pengusaha perempuan yang dekat dengan penguasa, kala itu yang memiliki koneksi dan relasi bisnis luas sampai kepejabat tinggi dan keluarga Cendana. Harapannya, perempuan itu bisa menolong usaha mereka.Harapannya terkabul, wanita itu langsung tertarik pada saya. Bahkan bukan hanya sampai dibisnis saja, hubungan pribadi kami semakin hari menjadi semakin dekat, dan keluarga semakin terabaikan.
Berawal dari urusan bisnis, hubungan Robby dengan perempuan itu, sebut saja Tita, merembet ke hubungan pribadi. Robby kerap curhat masalah keluarganya pada Tita. Bagai mendapat umpan, Tita yang saat itu terpikat dengan ketampanan Robby, berusaha menjadi penolong. Akhirnya, mereka jatuh cinta. Etha tak berdaya. Ibarat perangko dengan amplopnya, mereka sudah lengket. Sulit dipisahkan.Menjalin hubungan dengan Tita, Robby bagaikan menemukan oase atas kerontang hidupnya. Meski sebenarnya, itu hanyalah oase semu. Kewajiban menghidupi isteri dan tujuh anak adalah beban berat bagi Robby. Bersama Tita, Robby melihat masa depan cerah. Tahun 1984, Robby mengambil keputusan fatal. Ia meninggalkan Etha bersama ketujuh anak mereka yang masih kecil. Si sulung Ella, berusia 11 tahun. Sementara Juan, si bungsu masih 9 bulan. ”Saya benar-benar pengecut. Saya tinggalkan keluarga, tanpa harta sepeser pun. Saya pergi menyelamatkan diri sendiri,” katanya sendu. Bersama Tita, ia menghilang dari Jakarta. Menuju ujung bumi Jawa Barat. Mereka membangun kehidupan baru di pinggir laut Selat Sunda. Benar dugaan Robby, hidupnya bersama Tita berkelimpahan. Dalam waktu singkat, bisnis yang mereka rintis berkembang cepat. ”Kami membangun tempat penginapan indah di pinggir pantai. Tempat itu sering digunakan untuk kegiatan rohani seperti retreat dan doa semalam suntuk. Itu seakan membuktikan bahwa saya di jalan yang ”benar”,” kisah pria kelahiran Malang, 20 Juli 1950 itu. Robby bagai hidup di dunia mimpi. Kekayaan begitu mudah meng-hampiri-nya. Bersama Tita, tiga bulan sekali Robby melancong ke Eropa. Robby melupakan keluarga.
Saya sudah tidak peduli lagi, hanya satu yang saya pikirkan saat itu, yaitu kebebasan dan kesenangan yang akan saya dapatkan. Bagaimana nanti anak-anak saya makan, di mana mereka akan tinggal, dan bagaimana mereka akan bersekolah?. Saya sudah tidak peduli lagi, hanya satu yang saya pikirkan saat itu, yaitu kebebasan dan kesenangan yang akan saya dapatkan.
Sepuluh tahun lebih saya tidak tahu menahu dengan keluarga saya, saya tidak tahu sama sekali mengenai anak-anak saya, apakah mereka masih hidup, apakah mereka masih makan, apakah mereka masih bersekolah, saya tidak tahu sama sekali. Dalam segala kelimpahan yang saya miliki, saya bahkan tidak pernah berpikir untuk berbagi dengan anak-anak saya membantu kehidupan mereka.
KELUARGA MENDERITA
Sementara Robby hidup bagai raja, keluarganya hidup di ujung jurang. Sepeninggal Robby, Etha merasa seakan langit runtuh menimpanya. Betapa tidak, tak hanya ditinggalkan suami, Etha juga dikucilkan keluarga besarnya. ”Papa saya marah besar, lalu memberi pilihan berat, Bawa ketujuh anakmu biar Robby yang urus dan kamu kembali ke keluarga. Kalau tidak, keluarga besar ga mau tahu urusan kamu dan anak,”’ kisah perempuan kelahiran 27 Mei 1953 itu.Pilihan yang amat berat. Namun, Etha memilih mempertahankan anak-anaknya. ”Bagi saya, anak-anak bukanlah hanya hasil hubungan suami isteri. Mereka adalah titipan Tuhan. Saya harus menjaga betul kepercayaan Tuhan ini,” tutur Etha tegas. Jadilah, episode pedih, kehidupan Etha bersama anak-anaknya dimulai.Etha tak mau lama-lama berkubang dalam kesedihan. Baginya, nasib tak perlu diratapi. Masalah harus segera dihadapi. Di depannya ada tujuh anak yang harus dihidupi. Ia segera bergerak. “Awalnya saya tidak tahu harus memulai dari mana. Karena saya adalah ibu rumah tangga lulusan SMA yang tak punya keahlian khusus. Tapi, saya punya punya prinsip: apa yang orang bisa pasti saya bisa,” ujar perempuan yang besar di Papua itu.Ia tanggalkan gengsi sebagai isteri mantan artis terkenal. Ia datangi teman-teman untuk menawarkan jasanya. Entah itu mengurus paspor, SIM, perpanjangan STNK, dll. Tak hanya itu, ia juga masih sempat membuat dan berjualan kue. Menjual baju dengan cara kredit pun dilakoninya. Prinsipnya, ia harus bergerak demi anak-anak. Hasil yang ia dapatkan sehari harus bisa mencukupi kebutuhan selama tiga hari.
ANAK-ANAK STRES
Pagi-pagi, pukul 06.00 ia sudah keluar rumah. Baru pulang menjelang maghrib. Anak-anak di rumah diasuh oleh pembantu yang ikut mereka tanpa dibayar. Berkat kegigihannya, anak-anak tidak pernah kekurangan makan. Namun, mereka punya tunggakan uang sekolah dan tagihan listrik selama beberapa tahun.Tak hanya masalah ekonomi, Etha pun dihadapkan pada masalah psikologis anak-anaknya. Kepergian sang ayah, menorehkan luka mendalam pada hati mereka. Etha sering dipanggil ke sekolah lantaran anak-anak sering memperlihatkan perilaku ganjil. Suatu saat, Etha diminta datang ke sekolah Cilla, anak ketiganya saat istirahat pagi. Waktu itu, usia Cilla masih 9 tahun. Di saat teman-temannya berlarian dan tertawa riang, Etha mendapati Cilla tengah bengong. Pandangannya kosong. Sementara, Ella, si sulung sering kejang jika kangen dengan ayahnya. “Anak saya yang pertama hingga keempat yang saat itu berusia 7 tahun sudah terkena imbas dari kehancuran rumah tangga kami,” tutur Etha pedih.
Melihat anak-anak menderita, etha pun mengambil keputusan. di hadapan mereka, etha berjanji, “tidak ada bapak kedua di rumah ini. kecuali Bapak robby yang kita tunggu pulang.” rupanya, kata-kata itu menguatkan anak-anak. Mereka masih punya harapan, suatu saat akan bertemu dengan sang papa.
ANAK-ANAK CINTA TUHAN YESUS
Sebagai manusia biasa, Etha sadar. Ia tak mungkin mampu mengatasi problem psikologis yang dihadapi anak-anaknya seorang diri. Apalagi Etha melihat kenyataan di sekelilingnya. Anak-anak dari keluarga broken home kehidupannya juga hancur kecanduan narkoba dan seks bebas. Ia tak mau anak-anaknya akan mengalami hal yang sama. Maka, ia membawa anak-anak dekat dengan Tuhan. Jadilah ketujuh anak Etha, akrab dengan kehidupan gereja sejak mereka kecil. “Saya tidak mau anak saya lepas dari tangan Tuhan. Ngeri rasanya,” katanya begidik. Keputusan itu memang tepat. Anak-anaknya bertumbuh dalam rohani. Suatu kali, si sulung meminjam satu kamar di rumah mereka. Awalnya, Etha tak tahu apa yang mereka lakukan di dalam sana. Hingga suatu hari, ia mencoba mengintip dari jendela. Ia melihat tiga anaknya sedang memasang lilin di lantai. Setelah itu mereka bergabung dengan empat saudaranya yang lain, duduk bersila di lantai. Diterangi oleh sinar lilin (karena nunggak bayar selama dua tahun, listrik dicabut), mereka bergandengan tangan dan melantunkan pujian dan penyembahan pada Tuhan. Ketujuh anak itu bersatu hati, berdoa pada Tuhan. Sebelum mereka meminta sesuatu pada Tuhan, mereka berdoa, “Tuhan kami mengampuni papa kami, karena dia tidak tahu apa yang dia lakukan. Tuhan kami juga mengampuni perempuan yang mengambil papa kami. Beri suami lain supaya papa kami bisa pulang.” Tubuh Etha bergetar. Ada rasa haru bercampur syukur dan bahagia. Ia bangga melihat anak-anaknya tumbuh dalam Tuhan.
SEMPAT TERGODA
Kendati sudah bekerja keras membanting tulang, kondisi ekonomi keluarga mereka tak kunjung membaik. Kebutuhan makin meningkat,sementara uang makin susah didapat. Etha mulai putar otak. Ia ingin mendapatkan uang dengan cara mudah. Mungkinkah? Ah, ia melihat dirinya di cermin. Di sana ada sosok perempuan muda yang punya daya tarik kuat. Kendati dari rahimnya sudah lahir tujuh anak, perempuan itu tetap cantik dan menarik. “Jika lu butuh uang, telpon gue. Gue akan carikan lu kerjaan,” terngiang kembali ucapan sang teman beberapa waktu lalu. Etha tahu persis pekerjaan yang dimaksud sang teman. Rasanya, tak sudi ia menjalaninya. Tapi, ia harus berhadapan dengan kenyataan. Ia butuh uang untuk menghidupi anak-anaknya. Etha melangkah ke telepon umum. Tangannya memutar sejumlah nomor. “Aku butuh pekerjaan, tolong carikan aku bos ya,” katanya gemetar. Etha sadar, ia tengah menjerumuskan dirinya sendiri. Namun, tak ada pilihan lain. Malam itu, Etha gelisah. Batinnya berperang. Sebagian melarang ia melakukan itu. “Kau ini tak punya harga diri!”. Sebagian lain, mendukungnya. “Ayolah, ini kesempatan bagus. Anak-anakmu butuh uang.” Pagi datang. Saat hendak bangun, ia mendapati kasur penuh dengan darah. Etha mengalami pendarahan hebat. Suatu hal langka yang tak pernah dialami sebelumnya. “Kalau pun saya menstruasi biasa gak gitu-gitu amat,” kenangnya. Ia lalu menelpon temannya, menceritakan kejadian itu. “Ah, lu stres aja kali,” begitu komentar sang teman. Maka, janji hari itu pun batal. Sebulan kemudian Etha kembali meminta pekerjaan pada sang teman. Namun, kejadian itu terulang kembali. Lagi-lagi Etha mengalami pendarahan. Bagi Etha, kejadian itu adalah sebuah teguran keras dari Tuhan. “Sejak itu, saya tidak berani melakukan itu. Jangankan melakukan. Bicara saja, saya udah takut,” ungkapnya. Jadilah, Etha kembali mencari uang dengan cara yang diperkenankan Tuhan.
DOA TAK KUNJUNG PUTUS
Hari berlalu. Ketujuh anak Robby tumbuh menjadi gadis dan perjaka. Mereka mewarisi keelokan fisik dari orang tuanya. Kerinduan pada sang ayah, tak kunjung pudar. Mereka masih setia, setiap hari berdoa pada Tuhan, mengharap sang papa kembali. Setahun, dua tahun, doa mereka seakan tak terjawab. Pada tahun kelima, salah seorang anaknya berkata, “Aduh Ma, ampun deh udah lima tahun gak balik juga.” Mereka mulai bosan. Tak kunjung mendapat jawaban dari Tuhan. Pada tahun kesembilan, enam dari tujuh anaknya “menyerah”. Mereka memperbolehkan Etha menikah lagi. Namun, Cilla, anak ketiganya melarang. “Jangan Ma. Mama tidak boleh menikah lagi. Jika mama kawin, papa gak bisa balik lagi. Masih ada aku yang duduk di kaki Tuhan. Tuhan pasti jawab doaku. Mama sabar ya,” ujar Cilla menguatkan sang mama.
PERTEMUAN MENGHARUKAN
Pada tahun kesepuluh, 1994, Ella si sulung berhasil menemukan “tempat perlarian” sang ayah. Ia lalu mengajak keenam adiknya ke ujung barat Pulau Jawa untuk bertemu Robby. Robby berdiri mematung. Di depannya ada tujuh anaknya yang kini tumbuh menjadi remaja. Cantik dan ganteng. Si sulung Ella (21) dan si bontot, Juan (11). Perasaan bersalah segera mendera Robby. “Adakah mereka marah, dendam dan benci padaku?”batin Robby penasaran. Namun, ah, lihatlah mata mereka. Mereka menatap Robby, ayah yang telah menelantarkan mereka selama 10 tahun, penuh kasih. Tak satupun keluar makian dari mulut mereka. Hanya satu permintaan mereka, “Papi pulang.” Pertemuan singkat itu menorehkan kerinduan mendalam pada hati Robby. Ia ingin kembali. Kerinduan yang mendalam itu akhirnya menjadi doanya. Ia sering menghabiskan malam di pinggir laut. Pikirannya selalu melayang ke keluarganya.
“Kemudian dalam satu kesempatan saya bertemu mereka semua, anak-anak saya sudah besar-besar sehingga saya hampir tidak lagi mengenali mereka. Hati saya seperti teriris-iris saat mengetahui mereka dengan susah payah berhasil bertahan sepeninggalan saya.”
Tapi setelah pertemuan itu, saat-saat kami bertemu terus mengganggu saya. Begitu indah dan tidak dapat terganti apa pun. Begitu berlimpahnya hidup saya, namun tidak dapat menggantikan momen-momen yang indah bersama dengan mereka. Kerinduan saya untuk dapat terus bersama dengan mereka semakin lama semakin besar, hingga membuat saya tidak berdaya, hanya mampu berdoa, "Tuhan, persatukan saya kembali dengan mereka." Dalam pertemuan berikutnya, dalam haru saya berkata pada mereka, "Papa janji akan pulang...." Sebuah janji yang saya tidak tahu bagaimana saya mewujudkannya. Ternyata janji itu menyalakan kembali harapan mereka yang hampir padam, anak-anak terus dengan gencar mendoakan kepulangan saya. Setiap tahun mereka membeli hadiah khusus untuk saya, pada hari ulang tahun putri saya yang sulung, karena mereka pikir saya akan memberi kejutan pulang pada hari ulang tahun mereka. Tapi apa yang terjadi, saya tidak pulang. Mereka tidak putus harapan, berdoa lagi, lalu membeli kado lagi khusus buat saya, siap menghadapi kejutan kepulangan saya. Hal itu terjadi setiap tahun, tahun demi tahun, mereka menanti, dan selalu saya kecewakan.
KEMBALI KE KELUARGA
Gelagat ini tercium oleh pasangan selingkuhannya. Ia tak rela Robby kembali ke keluarga. Maka, ia pun berusaha meneror Robby. “Saya mendengar ancaman, dia akan membuat saya cacat supaya tidak dapat kembali ke dunia film. Kalau sampai saya tinggalin dia maka saya akan diadukan ke polisi, dsb. Namun, semua itu sebenarnya malah meringankan langkah saya untuk segera meninggalkan dia,” kisah Robby pada Bahana di suatu pagi di Yogyakarta. Kerinduan Robby sudah tak tertahankan. Tahun ke-14, Januari 1998, ia menelpon Etha, berjanji akan kembali ke keluarga. Pada hari yang dijanjikan, ketujuh anaknya berkumpul di ruang tamu. Sambil menunggu Robby, mereka terus melantunkan pujian dan penyembahan pada Tuhan. Tepat jam 2 pagi, terdengar ketukan di pintu. Robby akhirnya pulang.
“Peristiwa yang dinanti-nantikan mereka pun terjadi, saya dipulangkan oleh wanita itu, bahkan diantar sampai ke depan rumah saya pada tengah malam. Saya tidak pernah bertemu dengannya lagi sejak saat itu. Peristiwa pemulangan saya itu menunjukkan bukan kuat gagah saya melepaskan diri dari jerat itu, tapi itu semata-mata karya Tuhan yang ajaib. Bukan saya yang berusaha dan pulang sendiri meninggalkan semua kenikmatan duniawi itu, melainkan mukjizat Tuhan yang memulangkan saya.”
Peristiwa itu disambut sukacita luar biasa oleh anak-anak saya, penuh haru dan kerinduan. Walaupun istri saya tidak merespons kepulangan saya, saya memakluminya. Selama 14 tahun kami terpisah, dan setelah semua kejahatan yang saya lakukan padanya, ia butuh waktu untuk menerima saya lagi. Saya tahu bahwa Tuhanlah yang menguasai hati keluarga saya, untuk mau menerima orang yang telah sekian lama menyakiti hati mereka, tidaklah mungkin jikalau bukan karena campur tangan Tuhan. Mereka diberikan-Nya kebesaran hati dan kasih untuk dapat menerima saya lagi. Kalau bukan karena campur tangan Tuhan, itu tidak mungkin.
Sama seperti saat meninggalkan keluarganya, Robby pun kembali ke keluarga dalam kondisi nol. Hanya ada uang Rp 60 ribu di dompetnya, dua celana jeans dan beberapa t-shirt. Semua kemewahan yang direguknya ditinggalkan begitu saja. Robby Sugara, ‘si Big Five itu’ jadi pengangguran.
KELUARGA DIPULIHKAN
Untuk bertahan hidup, Robby sempat menjadi supir dan membantu Roy Marten mengurus cafe. Pada April 1998, Tuhan memberinya kesempatan untuk kembali ke sinetron
“Setelah kembalinya saya ke rumah, semuanya tidak selesai begitu saja. Saya menghadapi sebuah pergumulan baru. Saya harus mengambil lagi beban yang saya tinggalkan, yaitu menghidupi keluarga saya. Saya tidak punya apa-apa sama sekali saat pulang pada mereka. Hanya membawa satu kantong plastik kecil berisi baju kotor. Saya memutar otak, bagaimana mendapatkan penghasilan. Kemudian saya mulai menghubungi teman-teman lama saya dalam dunia film, berharap nama besar Robby Sugara pada masa lalu masih bisa dijual saat ini. Saya menanti-nanti, tidak juga ada jawaban. Sampai akhirnya Tuhan tegur saya, agar saya tidak mengandalkan kekuatan saya, melainkan mengikuti jejak anak-anak saya yang hanya mengharapkan Tuhan untuk memulangkan saya. Saya menyadarinya, dan meminta ampun kalau saya masih mengandalkan nama besar. Dan menyerahkan sepenuhnya, segala sesuatunya ke dalam tangan Tuhan.”
“Tidak lama kemudian, jawaban Tuhan datang, saya mendapat peran dalam sebuah sinetron yang masih terkenal sampai saat ini, yaitu "Tersanjung". Setelah sinetron itu berkat Tuhan mengalir, hingga saya boleh diizinkan menyelesaikan puluhan judul sinetron. Saya sungguh rindu untuk melayani Tuhan, namun pelayanan saya sering kali terhambat dengan jadwal syuting yang sering berubah-ubah. Bila saya sudah dijadwalkan untuk bersaksi pada sebuah tempat, mendadak jadwal syuting juga berubah dan bentrok dengan jadwal melayani. Dengan sangat terpaksa saya harus mengikuti syuting karena sudah terikat kontrak. Hal ini membuat saya takut untuk menerima pelayanan kesaksian, takut saya mengecewakan jemaat yang mengundang, karena saya tidak bisa datang, bentrok dengan jadwal syuting yang berubah.”
“Saya berdoa pada Tuhan akan kerinduan besar saya untuk melayani Dia, dan keadaan pekerjaan saya saat itu. Pada sebuah sinetron yang saya perankan berjudul "Cintailah Aku", saya melihat judul dari sinetron itu memakai huruf besar untuk tulisan AKU. Saya percaya, ini adalah sebuah tanda dari Tuhan, agar saya melayani Dia sepenuhnya. Agar saya betul-betul mencintai hanya Dia seorang, meninggalkan segala sesuatunya, dan menyerahkan seluruh pemeliharaan hidup saya dalam tangan-Nya. Maka saya memutuskan untuk meninggalkan dunia keartisan, dan terjun sepenuhnya kepelayanan. Sungguh sebuah sukacita dapat melayani Tuhan Yesus yang telah memulihkan hidup dan keluarga saya. Orang bertanya, lalu dari mana saya memenuhi kebutuhan materi keluarga. Saya hanya tersenyum, Tuhan Yesus pasti mencukupi segala sesuatunya. Saya sudah melihat dan merasakan kebaikan-Nya, Ia selalu mencukupkan apa yang saya butuhkan, terpujilah nama-Nya.”
Di dalam keterbatasan itulah, justru keluarga Robby dipulihkan. Cinta kasih antara Robby dan Etha yang terkubur selama 14 tahun, Tuhan pulihkan. Kini, mereka bahkan seperti pengantin baru lagi. Belajar dari ketaatan anak-anaknya, Robby kini menjadi pelayan Tuhan. Tahun 2005, ia tinggalkan dunia sinetron dan melayani Tuhan sepenuh waktu. Robby-Etha, pelayanan keliling Indonesia, bahkan luar negeri untuk menyaksikan kasih Tuhan dalam kehidupan mereka. Itulah kedahsyatan kasih Tuhan. Ia bisa mengubah sebuah kehancuran menjadi kemuliaan.
Mari kita nikmati pelayanan Firman dan kesaksian Robby Sugara mengenai betapa hebat dan dahsyatnya ALLAH kita, yang mampu merubah seseorang Robby Sugara “pria yang tidak setia dan meninggalkan istri serta tujuh anaknya selama 14 tahun”, dan berubah menjadi anak Nya yang saat ini dipakai untuk menyaksikan kemuliaanNya.
Kunjungi fans page :
https://www.facebook.com/kesaksiansegalabangsa
Yang mana dimasa mendatang banyak kesaksian yang di-konsentrasikan disini dan kita bisa bersama-sama membacanya.
Yakobus 5:16 - Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
Seorang suami harus mengasihi istrinya, demikian juga seorang istri diharapkan menghormati kepada suami. Sudah bisa dipastikan bila hubungan permulaan sebelum mengarungi tidak dilandasi dengan penyertaan Tuhan maka ditengah jalan bahtera rumah tangga bisa mengalami keretakan atau kandas ditengah. Jadi landasilah awal pernikahan dengan penyertaan dan peran serta Tuhan Yesus dan biarlah Tuhan Yesus berdaulat didalam bahtera rumah tangga tersebut. Tetap saling mengasihi sesama manusia. Tetap semangat dan Tuhan Yesus pasti memberkati. Ya dan Amen.
hare

Tuesday, February 24, 2015

iblis kalah perang sehingga mukendi lepas dari cengkeramannya ( 13/13 ).


Hasil gambar untuk gambar Yesus injak iblis

Hasil gambar untuk gambar Yesus injak iblis





13. PENDETA KANIAKI

Istri Kaniakilah yang pertama-tama keluar dan berkata, "Mari kita berdoa." Bila ia melakukan kesalahan dengan memulai pembicaraannya sebelum mengikat roh-roh jahat dan menyebutkan darah Yesus, maka akan jauh lebih mudah bagi Mukendi untuk 
menguasai mereka. Segera setelah berdoa, hal-hal mulai terjadi. Tetapi pertama-tama, Mukendi harus dilepaskan dahulu sebelum diselamatkan.
Tambang rohaniah itu menunggu perintah. Karena tambang itulah maka ia tidak dapat melarikan diri. Segera setelah istri Kaniaki berkata, "Dalam nama Yesus," maka tambang tersebut mengikat Mukendi dan menggantungnya. Kata Mukendi, "Kemudian aku melihat diriku sendiri digantung dan para malaikat mengelilingiku. Kaki mereka tidak menyentuh tanah. Lucifer juga datang dan kekuasaannya melimpuhkan setiap kegiatan pada jalanan yang terdekat. Roh-roh jahat mengisi daerah di sekitar kami, tetapi mereka tidak dapat mendekat ke rumah dan pekarangan Mutombu karena ditutup oleh darah Yesus. Kekuatan mereka tidak dapat memenangkan kuasa Yesus. Dengan berlangsungnya drama tersebut, sebuah nubuatan diucapkan melalui istri Mukendi, "Mukendi, jangan memandang dia hanya sebagai wanita saja. Kau melihat Yesus Kristus. Aku telah memakainya untuk menunjukkan kepadamu betapa dangkalnya kekuatanmu. Jadi Akulah, Yesus Kristus, yang harus kau percayai untuk dapat dilepaskan."
Begitu mendengar kata-kata tersebut, maka Mukendi yang sedang terikat erat itu langsung menyambar kesempatan itu untuk menerima Kristus, sambil bersumpah pada dirinya bahwa segera ia bebas, maka Mutombu dan istrinya akan merasakan akibatnya. Mereka kemudian membawanya ke dalam doa orang berdoa dan kemudian menolak seluruh kekuatan-kekuatan jahat dan sihir.
Pada saat itu, Mukendi merasa kekuatan sihir meluap naik dari dalam perutnya. Ia memuntahkan semua ramuan yang telah ditelannya termasuk darah yang diminumnya dan obat-obatan yang dimasukkan ke dalam dirinya melalui sayatan-sayatan pada kulitnya.
Apa yang akan keluar ? Mukendi telah berkata bahwa pada suatu saat, ia mencari ilmu yang lebih dalam lagi atas prakarsa seorang pemimpin tradisional, yaitu dengan menjadi binaragawan. Pemimpin itu memberinya gelang besi yang harus dikenakannya pada otot lengan atasnya beserta sebuah mainan kapal terbang kecil yang harus ditelannya. Sejak sat itu, delapan roh orang kulit putih memasukinya.
Bila ia memasuki ring untuk berlatih atau berperaga, maka roh-roh itu akan mengembangkan otot-ototnya sehingga ia tampak sangat besar. Tetapi pada hari itu, mereka semuanya keluar. Setiap roh jahat menyebutkan namanya sambil terbirit-birit keluar meninggalkan tubuhnya. Ketika tibas aatnya bagi roh-roh kulit putih untuk keluar, maka mereka menyebutkan nama mereka dengan logat asing sambil mengatakan siapakah mereka dan apa yang mereka lakukan di dalam tubuhnya.
Di dalam pergumulannya, Mukendi terjatuh sehingga topi yang dipakainya terlempar beberapa meter jauhnya. Roh-roh jahat yang telah meninggalkan tubuhnya itu bergegas mencari perlindungan di dalam topi tersebut. Baru setelah satu jam empat puluh lima menit pelayanan kelepasanlah, Mukendi sadar dan kembali menjadi dirinya sendiri lagi dan ia kemudian melangkah untuk mengambil topinya. Mutombu yang dipimpin oleh hikmat Allah menahan tangan Mukendi dan mencoba meraihnya sendiri. Tetapi sebelum tangannya menyentuhnya, topi itu mulai melompat-lompat seperti dikendalikan oleh tangan-tangan yang tidak tampak. Mutombu mengambil otoritas atas roh-roh jahat itu dan mengikat mereka sebelum ia mengambilnya. Ia tidak pernah memberikan topi itu kembali kepada Mukendi. Memang benar bahwa Lucifer mengisi seluruh daerah itu, akan tetapi ia tidak dapat menembus sampai dimana Mukendi berada. Operasi bantuan Lucifer sama sekali digagalkan, karena para malaikat yang berkeliling di sekitar rumah Mutombu. Mukendi tidak dapat bergerak, akan tetapi matanya terbuka untuk dapat melihat segala sesuatu yang terjadi di alam roh pada saat itu. Roh-roh yang dibawanya untuk menguasai Mutombu beserta istrinya terlihat kalang kabut melarikan diri. Mereka lari begitu cepatnya sehingga tumit mereka saling berbenturan ! Drama pelarian tersebut begitu nyata bagi Mukendi. Roh-roh jahat lari terbirit-birit melalui bahu para malikat yang tampak begitu tinggi besar dan penuh kuasa itu, yang berdiri membentuk lingkaran mengelilingi seluruh tempat dimana mereka berada. Keselamatan Mukendi adalah sebuah mujizat yang indah sekali dan ia menjadi ciptaan baru pada hari itu. Setelah roh-roh jahat melarikan diri, maka Mukendi dipenuhi Roh Kudus dan tubuhnya dikuduskan.
Hamba-hamba Allah yang kudus, kita dapat menjadi telanjang dan terbuka bagi serangan-serangan iblis. Pengalaman Mukendi menunjukkan kepada kita akan pentingnya pertobatan. Janganlah seseorang menyangka bahwa dirinya kudus hanya karena ia berada di dalam gereja. Setelah Mukendi berhasil menguasai Mutombu, maka Mutombu harus bertobat dengan air mata sebelum ia dapat dilepaskan secara total. Kita membutuhkan pembaharuan rohaniah untuk dapat memelihara kebenaran kita di dalam Tuhan melalui apa yang disebut pengudusan yang progresif. Itulah cara tepat untuk melakukan seranga nbalik kepada musuh.
Jadi setiap kali seseorang jatuh, ia harus bertobat untuk menutup pintu, karena bila celah terbuka, maka iblis akan memasukkan lebih banyak roh jahat lagi dan keadaan orang tersebut kemudian menjadi lebih buruk daripada sebelumnya. "..janganlah beri kesempatan kepada iblis." (Ef. 4:27). Jelaslah dari serangan-serangan balik yang dilancarkan Mutombu terhadap musuh, bahwa Firman Allah adalah tepat seperti apa yang dikatakan Alkitab : lebih tajam dari pedang bermata dua manapun. Alkitab berkata bahwa nama Yesus lebih besar dari setiap nama lain di bumi dan di surga. Setiap nama menunjukkan kepribadian dan karakteristik. Nama Yesus Kristus menunjuk kepada kepribadianNya yang adalah Firman Allah (Wah. 19:11-16).
" Akulah jalan dan kebenaran dan hidup " (Yoh. 14:6)
" Penasihat Ajaib" (Yes. 9:5)

Bila namaNya adalah Firman Allah, maka Dialah Allah sendiri dan di dalam Dia ada terang dan kehidupan. Segala sesuatu diciptakan oleh Dia. Bila anda menyerukan "Yesus", berarti anda menamakan Allah sebagai hidup, terang, kebenaran, jalan, pencipta damai, Raja di atas segala raja, Tuan diatas segala tuan. Tidak ada setan manapun yang dapat melawannya. Semua raja dari dunia yang tidak kelihatan itu berada di bawahnya. Ketika Mutombu menyerukan nama itu, ia sedang mencari perlindungan di balik pribadi yang tidak pernah berubah itu, Yesus Kristus. Mukendi menyarankan agar mereka yang mencari jiwa-jiwa tidak membiarkan begitu saja orang-orang yang tidak percaya, semata-mata karena mereka tampaknya begitu keras. Kejarlah mereka dengan agresif karena di dalamnya, mereka mungkin saja sedang mencair. Senjata yang tepat adalah Firman Allah. Firman itu memiliki otoritas yang sama dengan nama Yesus Kristus sendiri, Yoh. 1:14 : "Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita dan kita telah melihat kemuliaanNya" Yesus sendiri berkata, "Perkataan yang Kukatakan ini adalah Roh dan hidup." Jadi Firman Allah merupakan pedang yang tajam. Bayangkanlah betapa mengerikannya bila Mutombu berkata-kata dari dirinya sendiri atau menjadi marah. Akan tetapi ia sebaliknya telah mempergunakan strategi yang jitu. Ingatlah bahwa Mukendi telah mempersiapkan 500 roh jahat di sakunya bagi Mutombu, akan tetapi ia tidak pernah beroleh kesempatan untuk memakai mereka.
Tidak seorangpun dapat bermain-main dengan Yesus Kristus Mukendi, karena kesombongannya, setuju untuk menduduki kursi khusus yang telah dimeteraikan dengan darah Yesus, sekedar untuk menguji coba kuasanya dan meremehkannya. Setan tidaklah sepandai dan sekuat seperti apa yang dipikirkan manusia. Ia tidak mengetahui pikiran Allah. Ia tidak maha tahu seperti Allah dan ia telah dikalahkan. Tidak seharusnya kita mengadakan hubungan sedikitpun dengan setan, karena ia membenci kita. Kita juga harus membenci dia. Bila anda telah diselamatkan akan tetapi masih saja masuk ke dalam wilayah setan, berarti anda adalah sahabat setan. Bila aku berbicara tentang wilayah setan, maka yang kumaksud bukanlah klab malam atau bar, karena tempat-tempat itu merupakan wilayah fisik atau yang tampak dari setan. Yang kumaksudkan disini adalah bila seseorang mengijinkan sesuatu masuk di dalam hidup mereka, yang jelas tampak tidak memuliakan Allah, misalnya amarah, cemburu, gossip, iri hati, dengki, tidak dapat mengampuni dan lain-lain.
Bila anda belum diselamatkan, maka anda adalah seorang sahabat dekat setan (I Yoh. 3:8)
Hal terutama yang harus diketahui oleh setiap orang percaya adalah bahwa mereka harus tunduk sepenuhnya kepada Allah. Dengan demikian maka mereka akan memenangkan setiap peperangan. Sangat menarik sekali kenyataan bahwa Lucifer bukannya memperingatkan Mukendi agar jangan berkunjung ke rumah Mutombu, tetapi justru menyuruhnya kesana untuk menguasai mereka. Dan juga bagaimana Rosa mengatakan bahwa segala sesuatu dapat dikendalikan sehingga Mukendi "jangan kuatir", ketika Mukendi bertanya apakah tambang itu yang harus dipergunakannya untuk mengikat pasangan tersebut. Setan menipu dirinya sendiri dengan berpikir bahwa mereka yang berada di pihak Tuhan dapat jatuh, sedangkan hambanya sendiri pasti menang.
Strategi itu sama dengan strategi yang dipakai iblis untuk menggantungNya di kayu salib. Ia tidak sadar bahwa di dalam kematian dan kebangkitan Yesuslah terletak kekalahannya untuk selama-lamanya. Allah memekai rancangan yang seperti itu untuk membawa kemenangan bagi umatNya. "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih daripada orang-orang yang menang " dan " Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia "
Rosa bahakan tidak dapat mengatakan darimana datangnya tambang tersebut, karena setan tidak dapat membaca pikiran Allah. Allah mengarahkan kita untuk menghindari jerat-jerat setan. Itulah sebabnya, maka dibutuhkan penundukkan diri dan ketaatan total untuk dapat meme-nangkan peperangan-peperangan rohani.
Firman Allah berkata bahwa siapa saja yang hidup di bumi ini, apakah itu binatang, tanaman dan bahkan manusia, semuanya terkutuk. Ini disebabkan karena setan telah dilemparkan dari surga dan ia sangat marah karena ia tahu bahwa waktunya singkat. Ia membenci kita. Ia tahu bahwa karena manusialah ia tidak memperoleh tempat lagi di surga.
Aku juga mengerti mengapa dalam Perjanjian Lama Tuhan melarang umat Israel memakan beberapa binatang. Anda dapat melihat bahwa banyak roh-roh jahat memiliki bentuk seperti binatang-binatang tertentu. Binatang-binatang itulah yang dipakai para dukun untuk mengadakan pengorbanan-pengorbanan. Jadi Tuhan harus melarang mereka karena pada saat itu darah Tuhan Yesus belum tertumpah untuk melindungi mereka. Tetapi sekarang Tuhan Yesus merupakan kepenuhan keselamatan kita dan kita harus memintanya untuk menguduskan makanan yang akan kita makan.
Para prajurit dapat kalah dalam peperangan bila mereka gagal memperhatikan dan mentaati jendral mereka, karena jendrallah yang mengetahui bila harus bertindak dan apa saja yang merupakan strategi musuh. Bila para prajurit tidak mentaatinya, mereka dapat saja langsung menuju kamp musuh atau tidak mencapai sasarannya, sehingga mengakibatkan kekalahan dan kekacauan yang mengerikan. Itulah masalah yang dihadapi Allah mengenai kita. Bila Ia meme-rintahkan belok ke kiri, kita ingin belok ke kanan. Dialah yang mengetahui dimana perangkap-perangkap musuh itu terletak. Alkitab berkata agar kita jangan memakai hikmat akal budi kita sendiri.
Dan bila kita merupakan tentara pasukan Allah, mengapakah kita tidak tunduk sepenuhnya kepada Allah ? Dan mengapa kita gagal di dalam Dia sepanjang waktu ? Allah membutuhkan kerja sama kita untuk mengarahkan kita agar kita aman dari wilayah musuh (Yak. 4:7). Seorang prajurit sejati tidak mempunyai waktu untuk berdebat. Allah tidak meninggalkan kita dengan ketidakpastian akan kehendakNya yang sempurna. Ia sudah memberikan pengarahan melalui FirmanNya, pimpinan Roh Kudus dan pelayanan di gereja. Dari peran istri Mutombu, kita belajar bahwa bila seseorang dengan kuat dikuasai oleh roh-roh jahat, kita tidak bergegas membicarakan tentang keselamatan dengannya. Pertama-tama kita harus mengikat roh ketidakpercayaan dan roh-roh lain, termasuk roh-roh yang berkeliaran di sekitar rumah dimana pelayanan kelepasan itu sedang terjadi dan menutup diri kita dan tempat kita dengan darah Yesus. Apapun yang dimiliki orang tersebut merupakan tempat persembunyian musuh. Untuk kelepasan dan perlindungan yang efektif, berdiamlah di dalam Firman Allah. Ada sebuah kasus dimana seseorang meminjam ikat pinggang dari seorang tukang sihir dan orang itu kemudian dikuasai oleh roh-roh jahat dengan kuat sekali sejak saat itu.
Harap diperhatikan bahwa doa yang mengandung otoritas itu sangat vital, karena berdasarkan hal itulah maka para malaikat bertindak untuk menjalankan perintah melalui kuasa Roh Kudus. Tambang itu diberikan untuk mengikat, akan tetapi harus digerakkan melalui perintah dari mereka yang telah dikuduskan dan sepenuhnya tunduk kepada Allah. Bila Mukendi secara lisan menolak sihir dan secara lisan pula mengundang Yesus masuk ke hatinya, maka itulah keputusan yang telah ditetapkan. Allah menghargai pengakuan kita.
Ingatlah bahwa Mukendi telah menandatangani perjanjian dengan setan dengan darahnya sendiri. Itu berarti bahwa ia bukanlah milik dirinya sendiri lagi, tetapi dengan total telah menjual jiwanya kepada iblis. Dengan ringkas, dia adalah budak setan. Dan baginya, untuk dapat berlanjut di dalam Yesus dan memperoleh kelepasan yang sepenuhnya, ia mutlak harus berada di bawah perlindungan pelayanan kelepasan. Setan tidak akan bergeming sedikitpun juga.
Iblis tidak bersahabat dengan siapapun dan ia juga tidak memiliki belas kasihan untuk diberikan kepada siapapun. Ia akan memakai seseorang sampai tidak dibutuhkan lagi, kemudian orang itu dibunuhnya, ia tidak ingin pergi sendirian masuk ke dalam lautan api. Ia ingin membawa seba-nyak mungkin orang bersamanya. Di Iran baru-baru ini, tanah terbuka dan menelan 40.000 orang muslim sebelum mereka memiliki kesempatan untuk mendengarkan Injil. Ini merupakan bagian daripada strategi setan. Banyak orang yang mati di dalam perang Teluk, yang kemungkinan belum mendengarkan Injil Yesus Kristus. Lucifer tahu bahwa waktunya begitu singkat dan ia bekerja dengan sangat keras. Ada orang-orang di dalam gereja pada hari-hari ini yang membawa jimat-jimat dan yang kemungkinan juga secara langsung mempraktekkan sihir. Dapat saja mereka menempati kedudukan-kedudukan yang tinggi dalam kepemimpinan atau paduan suara gereja, mereka dapat berbicara dengan meyakinkan mengenai Yesus, akan tetapi mereka membunuh orang-orang sebelum orang-orang itu sempat mendengarkan Injil. Agen-agen iblis bekerja lembur, tanpa mengenal waktu. Kitab Wahyu berkata bahwa iblis sedang marah. Berhati-hatilah para hamba Tuhan yang kudus !
Kita sekarang hidup di akhir jaman dan banyak hal-hal yang dulu tersembunyi, sekarang sedang dibukakan untuk menambah pengetahuan gereja modern, sesuai dengan Daniel 12:4 ; "Tetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala Firman itu dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman ; banyak orang akan menyelidikinya dan pengetahuan akan bertambah." Orang-orang Kristen harus meningkatkan pengetahuan mereka di dalam perkara-perkara Allah, seperti yang saat ini sedang disingkapkan secara progresif. Tujuan Allah untuk membuka seluruh kebenaran di akhir jaman ini adalah untuk melepaskan umatNya. Dan kelepasan datang melalui pengetahuan akan kebenaran. Yoh. 8:32 : "Dan kamu akan mengetahui kebenaran dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."
Karena kegiatan-kegiatan setan yang besar-besaran di akhir jaman ini, maka dunia goncang dan anak-anak Allah membutuhkan kebangunan rohani yang penuh kuasa untuk memelihara keselamatan mereka. Dan. 12:1 : "Pada wakti itu juga akan muncul Mikhael, pemimpin besar itu, yang akan mendampingi anak-anak bangsamu dan akan ada suatu waktu kesesakan yang besar, seperti yang belum pernah terjadi sejak ada bangsa-bangsa sampai pada waktu itu. Tetapi pada waktu itu bangsamu akan terluput, yakni barangsiapa yang didapati namanya tertulis dalam Kitab itu."
Kita bersyukur kepada Allah untuk kesaksian saudara kita, Mukendi, tentang neraka. Melalui kontaknya dengan kuasa-kuasa kegelapan, maka kita dapat memperoleh informasi dari tangan pertama tentang apa-apa saja yang ada pada dunia yang satunya itu. Ia terus mengingatkan kepada orang-orang bahwa ia melihat hal-hal yang diceritakannya itu dengan matanya sendiri dan ia mengalami semuanya itu dengan tubuhnya yang sekarang ini. Semua yang dikatakannya itu secara Alkitabiah benar dan dapat dijelaskan melalui Firman Allah. Bila anda telah bermain-main dengan setan, maka anda membutuhkan Kristus. Anda membutuhkan keselamatan.
Keselamatan 
Seseorang memiliki roh, jiwa dan tubuh seperti Adam ketika ia diciptakan. Oleh karenanya, orang tanpa Kristus itu mati di dalam dosa. Alkitab berkata bahwa jiwa yang berdosa pasti akan mati. Dan tidak terdapat tempat yang disebut api pencucian, dimana orang menerima pengam-punan untuk kemudian masuk ke dalam surga.

Ibr. 9:27, "Dan sama seperti manusia ditetapkan untuk mati hanya satu kali saja dan sesudah itu dihakimi." Ingatlah akan kisah orang Farisi kaya di dalam Alkitab dan Lazarus. Bila seseorang mati, maka tidak ada doa, upacara pemakaman dan pidato-pidato sebanyak jumlah apapun yang dapat mengubah kekekalan nasib jiwanya. Secara mental ia sudah diperlengkapi untuk me-ngetahui semua fakta-fakta yang dapat menyelamatkan hidupnya. Ia adalah seseorang yang terpandang dan terkemuka dalam masyarakat. Kisah ini menunjukkan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat memperdayakan setan dan karenanya tanpa Kristus, tidak seorangpun yang dapat menghentikan dirinya sendiri dari berbuat dosa.
Adam dan Hawa diciptakan dalam keadaan tanpa dosa, akan tetapi ketidaktaatan menyebabkan terang Allah mundur. Kegelapan menyelubungi jiwa mereka. Setelah itu, maka Allah menyatakan bahwa semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah.
Dan apabila di dalam suatu agama tidak terdapat Kristus, maka agama itu tidak dapat dengan sendirinya memberikan keselamatan. Setelah Adam, maka Allah membuat rencana yang lain un-tuk memberikan kepada umat manusia suatu kesempatan lagi untuk menjadi bangsa yang kudus. Pendamaian dari dosa melalui darah binatang, digantikan oleh darah Kristus yang suci, kudus dan tidak berdosa. Di awalnya, Allah menciptakan manusia sebagai yang unggul, yang menguasai segala sesuatu.
Dikandung melalui kuasa Roh Kudus dan lahir dari perawan Maria, darah Kristus berasal dari surga. Yesus disalibkan sebagai anak domba Allah yang mengangkut dosa isi dunia. Oleh sebab itu, darahNya merupakan pendamaian. Jiwanya yang kudus diletakkan di atas mezbah Allah untuk memberi hidup kepada jiwa-jiwa kita dan karenanya, hanya Yesuslah yang dapat memberikan hidup kepada jiwa manusia. Jiwalah yang berisi kehidupan kekal, bukan malaikat bukan bunda Maria.
Alkitab mengatakan bahwa satu-satunya jalan ialah melalui Kristus, seperti yang dikatakan, "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak memalui Aku." (Yoh. 14:6). Melalui penyaliban, Yesus mati di tangan orang-orang berdosa, dikuburkan selama tiga hari, bangkit kembali dan kemudian terangkat ke surga di hadapan para muridNya dan Maria, dimana Ia sekarang bertahta. JiwaNya diletakkan di atas mezbah sebagai anak domba.
Penghakiman kedua bagi orang Kristen yang sudah lahir baru yaitu bila pekerjaan masing-masing diuji melalui api (I Kor. 3:13). Paulus berkata, "Ikutlah aku seperti aku mengikuti Kristus." Ia mendorong mereka yang di-tinggalkannya untuk menjaga domba-dombanya (jiwa-jiwa), karena Kristus telah mati bagi mereka dan membeli mereka dengan darahNya sendiri. Orang-orang yang mengaku beragama Kristen, tetapi tidak bertobat dan mengikut Kristus, akan dihakimi bersama orang-orang berdosa. Pada hari penghakiman nanti, semua nabi palsu, iblis dan para malaikatnya dan antikris akan di-lemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api. Kristuslah satu-satunya yang dapat memper-damaikan kita dengan Allah (Rm. 10:8-14). Keselamatan berarti mengakui Yesus sebagai Tuhan dan percaya di dalam hati bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari kematian. Seseorang harus mengaku akan segala keterbatasannya kepada Kristus dan ketidakmampuannya untuk berubah menjadi baik dari dirinya sendiri dan pengakuan bahwa hanya Kristuslah yang sanggup menyelamatkan. Ia juga harus mengakui Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dan satu-satunya yang dapat memberikan kehidupan yang kekal.
Bila kita diselamatkan, itu berarti bahwa kita telah menerima Kristus di dalam hati kita untuk mengubah kita melalui kuasa Roh Kudus. Hal ini terjadi bila kita merendahkan diri kita di hadapan Allah Yang Maha Kuasa, bertobat dari dosa dan minta Yesus untuk masuk ke dalam hati.
Pergi ke gereja bukan harus berarti bahwa seseorang telah lahir baru melalui Roh Yesus Kristus yang memberi hidup. Dapat saja orang tersebut hidup di dalam dosa, akan tetapi tetap datang ke gereja untuk menenteramkan hati nuraninya atau untuk memperoleh pergaulan yang baik. Pengalaman lahir baru itu bukan selalu harus diketahui oleh umum, akan tetapi lebih meru-pakan pengalaman pribadi antara manusia dan Kristus. Tetapi pengakuan kita haruslah di tempat tersembunyi di kamar kita atau lebih baik lagi di depan pendeta, penginjil atau hamba-hamba Allah yang lain.
Mereka yang melayani setan sebagai tukang sihir, tukang tenung, dukun, imam-imam atau kedudukan apa saja di dalam kerajaan iblis ; bagi orang-orang yang meminta pertolongan kepada mereka seperti yang disebutkan di atas, harus berbalik kepada Kristus dengan keinginan yang tulus untuk dilepaskan. Iblis bukan sahabat. Ia seorang pendusta sejak semula. Ia tidak memiliki apapun untuk diberikan kecuali kesengsaraan dan kematian kekal. Setiap "pemberian" yang diberikan hanya merupakan umpan untuk menjerat orang. Iblis membenci anda dengan sepenuh hati. Ia tidak ingin anda menemukan kasih Allah dan rencanaNya bagi hidup anda yang telah dirancangNya secara unik bagi anda. Berbaliklah, tinggalkan musuh anda yang hanya mencuri, membunuh dan membinasakan itu. Harapan hanya berada di dalam Kristus Yesus, Putra Allah Yang Maha Tinggi, "Untuk inilah Anak Allah menyatakan diriNya, yaitu supaya Ia membi-nasakan perbuatan-perbuatan iblis itu." Yesus telah menjadikan setan sebagai tontonan umum dalam kemenanganNya. Ia telah melucuti iblis dan menelanjanginya ! Iblis adalah musuh yang sudah kalah. Tinggalkanlah pihak yang kalah saat ini dan bergabunglah dengan pihak pemenang, yang komandan dan kaptennya ialah Yesus. Yesus dapat menyelamatkan, memelihara dan memuaskan keinginan hati yang terdalam. Penguasa dunia ini sudah dihukum. Bila anda menginginkan kelepasan, pergilah kepada sebuah gereja yang serius yang sungguh-sungguh dengan Allah ; di mana api Roh Kudus bekerja dan Kristuslah yang berkuasa secara mutlak. Yesus ingin melepaskan anda. Ia datang untuk memerdekakan anda. Bila anda me-nginginkan Tuhan Yesus untuk melepaskan anda saat ini, marilah ucapkan doa berikut ini dengan suara yang jelas : Tuhan Yesus, aku sadar bahwa aku adalah orang yang berdosa. Aku tidak dapat mengubah diriku sendiri, karena aku telah mencoba dan ternyata aku gagal. Tuhan, ampunilah segala dosa-dosaku. Aku sadar bahwa hanya Engkau, Tuhan Yesus, yang dapat memberiku hidup baru. Marilah masuk ke dalam hatiku dan basuhlah aku dengan darahMu yang berharga. Hapuskanlah namaku dari buku kematian dan tuliskanlah di dalam buku kehidupan. Di dalam nama Yesus, aku menolak iblis dan segala perbuatan-perbuatan kegelapan. Mulai sekarang aku akan mengikut Engkau sebagai Tuhan dan Juruselamatku. Yesus, aku mengasihiMu, aku percaya kepadaMu, aku mau melayaniMu. Ciptakan di dalamku hati baru yang bersih yang berisi pikiran yang bersih dan keinginan yang benar. Dan bila terdapat kutuk di atas hidupku karena ikatan nenek moyangku, putuskan, Tuhan Yesus. Aku menolak kutuk lain apapun yang mungkin ada atasku karena perbuatan maupun ketidakmengertianku dan aku diberkati sesuai dengan janji-janjiMu di dalam kitab Ulangan 28. Terima kasih bahwa Engkau menerima diriku, Tuhan Yesus. Di dalam nama Yesus aku sudah berdoa dan sudah percaya. Amin. Setelah ini anda menjadi ciptaan yang baru dan sukacita keselamatan mulai tinggal di dalam diri anda.
Dunia roh 
Buku inipun bagi anda, kaum intelek, atheis dan orang-orang yang tidak percaya. Ada mereka-mereka yang mencibirkan bibir tentang surga dan neraka, roh dan tubuh. Walaupun demikian, pengalaman nyata yang dialami sendiri oleh Mukendi dan masih banyak yang lain, menunjukkan bahwa bukan hanya kita yang ada disini dan tidak ada setan, tidak ada Allah, tidak ada surga, tidak ada neraka, tidak ada roh, tidak ada malaikat dan tidak ada roh jahat. Sama sekali bukan demikian ! Ada benda-benda dan mahluk-mahluk yang sungguh-sungguh ada, akan tetapi tidak tampak dengan mata telanjang. Tampak atau tidak, kita tidak dapat meniadakan keberadaan mereka. Allah itu sungguh-sungguh ada, iblispun sungguh-sungguh ada. Malaikat dan roh jahat sungguh-sungguh ada. Dan Allah telah memperingatkan kita melalui FirmanNya, pewahyuan kepada hamba-hambaNya, seperti yang tertulis dalam kitab Wahyu.

Saudara Mukendi memiliki pengalaman di tiga tempat, di bawah air (laut, sungai dan danau), kematian dan neraka. Ia biasa masuk ke dalam air bersama almarhum ayahnya dan tinggal disana selama lebih dari tiga hari. Ia berkata bahwa di dalam air terdapat banyak orang dan benda dan bahwa dunia itu berada di bawah kendali malaikat-malaikat yang jatuh yang sekarang dikenal sebagai roh-roh jahat.
Kami bahkan telah mendengar kesaksian yang lain lagi dari seorang pria yang telah menikahi seekor ikan duyung, yang menunjukkan bahwa semua ini bukanlah sekedar dongeng-dongeng rakyat belaka.
Setelah menjalankan baptisan setan, Mukendi dapat melihat orang-orang dan benda-benda di angkasa dan di sekitarnya. Sedangkan di bawahnya, ia melihat dunia yang lain lagi dimana orang-orang berjalan dengan telanjang dimana-mana ; di langit ia dapat melihat sesosok wanita yang sangat mencolok, yang sedang dalam keadaan duduk dan tampak sangat ganas dan kejam. Mukendi berusaha pergi dan bersembunyi di rumah bibinya, akan tetapi sia-sia saja. Ia dapat menembusi dinding dan langit-langit rumahnya. Dengan jelas ia melihat orang-orang berlalu-lalang dalam keadaan telanjang. Di dalam, ia menyadari bahwa ia sendiri telanjang. Di pasar, ia melihat banyak orang telanjang. Para penjualnya telanjang dan terus menerus memanggil dan mengundang pembeli. Dua wanita yang menolak menjual kacang dan singkong kepadanya ternyata menjual otak dan tulang manusia yang dilumatkan. Dan kacang ternyata adalah gigi manusia.
Apa yang dilihat Mukendi di angkasa, membantu kita untuk mengerti dunia atmosfir roh. Dunia itu berada di bawah penguasa kerajaan angkasa menurut Ef. 2:2. Muekndi mengenalnya dengan nama rahasia Rosa. Sesungguhnya, dialah naga yang ditulis dalam Wah. 12:3-4, yang daerah operasinya terutama di angkasa. Di bawah tempat duduk naga itu terdapat pusat kawat-kawat penghubung komunikasi. Kawat-kawat yang tidak terhitung itu menghubungkannya dengan seluruh dunia. Di bawah tempat duduknya yang nampaknya menggantung di atas kawat-kawat penghubung itu, tertulis nama Naga dengan kilatan-kilatan api. Di sisi tempat duduknya tertulis nama Rosa. Naga itu berputar di atas kursinya mengawasi dunia dengan ganas sambil menerima pesan-pesan melalui kawat-kawat penghubung. Mereka yang berdoa dengan rosario, sesung-guhnyalah tidak berdoa kepada Allah, tetapi kepada Rosa. Mereka berada dalam hubungan langsung dengan roh itu, menurut keterangan Mukendi.
Hal-hal yang dilihat Mukendi di atas dunia kita, menurutku adalah dunia atmosfir roh yang mengelilingi bumi. Dunia itu tidak berada di dalam air atau di dalam tanah karena ia masih berada di dalam rumahnya, tetapi dapat melihat sekelilingnya, di atas dan di bawahnya. Apa yang dilihatnya di atas bukan pula neraka. Mukendi berkata bahwa sulit untuk mencapai tempat di atas sana. Jadi ingin kusimpulkan bahwa itulah dunia yang lain sama sekali. Kita bahkan tidak secara pasti dapat berkata dunia itu berada di bawah air. Tempat naga itu berada sebenarnya adalah dunia angkasa yang berada di bawah penguasa kerajaan angkasa seperti Ef. 2:2. Penguasa itu adalah naga yang kita lihat dalam Wah. 12:3-4. Mukendi mempergunakan kawat-kawat penghubung yang dikendalikan oleh Rosa ketika ia sedang dilayani kelepasan di rumah Mutombu. Ia menghubungi nomor-nomor 11 dan 9 dan Rosa memang ternyata menjawab.
Mereka yang berada di bawah dunia itu dan di bawah kendali kuasanya, sama dengan mati menurut Ef. 2:1-2. Setiap orang yang hidup di bumi dan belum diselamatkan, dengan sendirinya berada di bawah kendali kuasanya dan itu sama dengan mati (menurut Firman Tuhan) di dalam pandangan Allah karena tidak memiliki Kristus. Dan karena mereka mati, maka dunia dimana mereka hiduppun disebut Allah sebagai "mati", Wah. 20:13, "Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya " Setiap kali seseorang berhubungan dengan orang-orang mati, mereka harus mengetahui apakah mereka dari dunia orang mati, neraka, laut atau dunia ini. Mereka yang mati dalam dosa masih ada, karena mereka belum masuk neraka. Di sisi yang lain, terdapat apa yang disebut sebagai kematian palsu. Ada orang-orang yang lenyap begitu saja bila mereka tidak berada di dalam Tuhan ; mereka dapat saja masih berada di sekitar kita, tetapi ditahan oleh yang lain untuk tujuan-tujuan sihir.
Mukendi dahulu biasa mengunjungi negara mana saja di seluruh dunia dan membawa pergi orang-orang tertentu, mengubah warna kulit mereka dan mencarikan mereka pekerjaan di luar negeri. Mereka dapat dimanfaatkan oleh tukang sihir lainnya di dunia. Mungkin ada pernah membaca iklan dari perusahaan yang menawarkan tenaga-tenaga ahli, misalnya, "bila anda membutuhkan tenaga ahli di bidang komputer dan lain-lain, hubungi kami." Mungkinkah diantara mereka terdapat pengikut-pengikut iblis ? Uang penghasilan mereka dapat dipergunakan untuk melanjutkan kegiatan setan di seluruh dunia. Beberapa diantara mereka menghilang begitu saja selama beberapa bulan. Dan di tanah air mereka, sanak keluarga mereka berkabung bagi mereka, hanya untuk menemukan bahwa mereka tiba-tiba muncul kembali tidak lama kemudian dengan memberikan alasan bahwa mereka ditahan di penjara atau apa saja.
Hanya ada tiga tempat dimana orang yang mati dalam dosa berada dan itu adalah neraka, dunia orang mati dan laut (sungai dan sebagainya). Alkitab berkata bahwa pada masa kesudahannya, maka tempat-tempat itu akan menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya. Mukendi mengunjungi nereka dan lautan dan memberikan kepada kita gambaran yang berbeda-beda. Ia disana selama tiga hari. Dan setelah Mukendi dibaptis oleh Lucifer, ia diberi kuasa untuk dapat melihat apa yang ada di angkasa. Ini bukanlah suatu hal yang umum terjadi dalam kehidupan kita, melainkan, sesuatu yang berada di luar jangkauan pikiran manusia.
Mukendi pernah tinggal di neraka selama 3 bulan untuk mengunjungi ayahnya dan di kemudian hari pergi kesana setiap hari untuk mengambil lima ribu roh-roh jahat untuk dimasukkan ke dalam manusia. Ia memberikan gambaran-gambaran yang jelas tentang bagian-bagian neraka yang berbeda-beda. Ia bahkan pergi ke rumah sakit disana. Rupanya inilah dunia di bawah yang dikunjungi Yesus setelah kematianNya di kayu salib (Ef. 4:9-10 ; I Pet. 3:18-19). Ia pergi memberitakan Injil kepada roh-roh yang di dalam penjara. Dan ketika berbicara kepada Musa dalam Kel. 20:4, Allah menunjuk kepada tiga tempat itu : langit, bumi di bawah langit dan air di bawah bumi, "Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas atau yang ada di bumi di bawah atau yang ada di dalam air di bawah bumi."
Dalam ayat ini Allah tidak berbicara mengenai hal-hal yang berada di dalam lautan api, karena tidak ada apa-apa disitu kecuali api, sampai nanti pada hari penghakiman terakhir. Sebenarnya, lautan api itulah tempat akhir khusus bagi pelemparan mereka yang mati di dalam dosa, yang datang dari laut, bumi dan neraka. Aku ingin menyimpulkan bahwa karena kasih Allah bagi kita, maka Ia tidak ingin agar kita masuk dunia orang mati di dalam dosa kita (Yoh. 3:16). Ia ingin agar kita semua dapat dimerdekakan dari seluruh ikatan setan. Diselamatkan berarti menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat di dalam hidup dan menerima kehidupan yang kekal yang membawa kita ke surga dan bukan ke neraka, bila kita mati (Yoh. 3:11-18). Hal ini juga berarti terhindar dari lautan api kekal yang menunggu mereka yang terhilang di dalam dosa. Bahkan pengharapan akan api pencucian itupun hanyalah merupakan impian saja, karena setelah kematian ada penghakiman, kata Alkitab.
Apabila karburator sebuah mobil kotor, maka dengan sendirinya aliran bensin dan jalannya mesin terhenti. Tanpa kesucian tidak ada kuasa. Kita harus membereskan hidup kita (I Tes. 5:23).
"tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Allah." (Ibr. 12:14). "Tuhan, tolong selidiki hatiku, akan apa yang harus kupatahkan, kucabut atau kubuang dan apa yang harus kubangun atau kutanam. Bila terdapat cemburu yang membawa kepatahan hati, benci, kedagingan dan keduniawian, tolonglah agar aku dapat terlepas daripada semuanya itu." Kita sungguh-sungguh membutuhkan hikmat. I Pet. 5:8 mengatakan bahwa lawan kita si iblis, sedang mencari untuk menelan kita. Inilah ayat yang sungguh-sungguh benar.
Saudara, begitu anda menerima Kristus, maka anda menjadi musuh setan yang terbesar. Perhatikan langkahmu dan jangan berikan tempat baginya untuk menelan anda. Setiap dosa yang anda lakukan melalui perkataan, perasaan atau tindakan adalah dari iblis. I Yoh. 3:8 mengatakan bahwa siapa yang berbuat dosa adalah dari iblis. Ia membenci anda sebagaimana ia membenci Kristus (Wah. 12:12). Bila anda menangkap ikan, apakah yang akan anda lakukan kemudian ? Tentu saja memakannya. Orang percaya kadang-kadang berakhir di dapur setan melalui kesombongan, imoralitas dan penipuan. Melalui kesaksian Mukendi, aku mengetahui bahwa kita kadang-kadang dapat saja memakan daging manusia di dalam bentuk daging binatang. Aku ingat bagaimana kami sangat menyukai daging babi dan suatu hari istriku membeli dan memasaknya. Kami makan dengan nikmat. Akan tetapi setelah itu, perutku terasa aneh, seakan-akan yang kumakan itu bukan daging babi. Perutku serasa diaduk-aduk dan rohku merasa tidak sejahtera, akan tetapi aku tidak dapat menunjukkan mengapa. Aku melupakannya dan menghilangkan pikiran tersebut dan kemudian pergi tidur hanya untuk dibawa melalui mimpi yang panjang dimana aku melihat bahwa keluarga kami bukan sedang makan daging babi, akan tetapi daging tangan bayi. Dan Tuhan menunjukkan bahwa ia mengijinkan hal tersebut terjadi untuk mengajarkan sesuatu kepada kami. Mimpi itu merupakan suatu peringatan bagi kami agar waspada. Para istri, berdoalah dan biarlah anda dipimpin oleh Roh Kudus sebelum anda pergi ke pasar. Bahkan setelah membeli bahan makananpun, anda harus berdoa terlebih dahulu sebelum mema-saknya. Kesaksian semacam itu menunjukkan bahwa beberapa diantara binatang-binatang seperti babi, dipakai dalam dunia roh untuk praktek-praktek okultisme dan kebanyakan roh-roh jahat bertampang seperti itu.
Firman Allah dan doa dapat menguduskan segala sesuatu. Anda juga membaca bagaimana Mukendi mengubah orang yang ingin dimakannya menjadi binatang, untuk meneteramkan hati nuraninya, sebelum menyembelihnya. Dan juga bagaimana jiwa dan roh manusia dipakai oleh orang lain dalam dunia roh sebagai perisai manusia dalam peperangan. Semuanya ini merupakan gambaran tentang agama dan penyembahan palsu.
Mukendi 
Saudara yang dikasihi Tuhan, dimanakah Yesus anda sekarang ? Apakah Ia berada di dalam jimat, bunga-bunga atau di dalam hati anda ? Segala sesuatu yang diberikan kepada anda yang harus anda ajak berbicara untuk menyelesaikan masalah anda, sangatlah berbahaya dan berasal dari roh jahat. Berhati-hatilah, anda dapat masuk dalam kesulitan. Golgota adalah tempat dimana semua roh-roh jahat dibuang oleh Kristus. Bila anda memiliki batu atau apa saja dari situ, semuanya berisi roh-roh jahat. Jalan keluar satu-satunya hanyalah menghancurkannya dalam nama Yesus. Sebagai ciptaan baru di dalam Kristus Yesus, Ia telah menghapuskan kutuk atas nama anda. Tukang tenung dan tukang sihir yang terkenal memperoleh sebagian daripada ramuan-ramuan mereka dari Golgota.

Kesaksianku ini bukanlah seperti memamerkan masa laluku sekedar untuk menyenangkan hati saja, tetapi untuk menunjukkan kedalaman yang kulalui bersama iblis dan betapa berkuasanya Yesus sehingga Ia dapat mengangkat aku dari lubang tersebut. Aku berusaha keras menye-nangkan hati musuh, namun demikian aku tidak mengenal damai sejahtera atau suka cita, bagaimanapun juga kerasnya semua usaha-usaha yang kulakukan. Aku tahu bagaimana orang itu telanjang di hadapan musuh dan bagaimana perlindungan yang didapat di dalam Kristus Yesus.
Saat anda membaca buku ini, anda harus tenggelam di dalam darah Yesus. Setan tahu bahwa anda sekarang mengenal siasat tipu dayanya dan ia dapat saja mengikuti anda dan mempersulit kehidupan anda. Biarlah anda berada di dalam jaminan perlindungan dengan menerima Kristus di dalam hidup anda saat ini.
Apakah anda menuai karakteristik daripada nama anda ? Mungkin saja anda memiliki nama yang membawa masalah dan kutuk di atas hidup anda. Kami telah belajar melalui penginjilan orang-orang lain di daerah-daerah di Afrika, bahwa beberapa sebab serangan-serangan roh jahat atas orang-orang disebabkan karena nama mereka. Tetapi Alkitab berkata bahwa siapa yang ada di dalam Kristus Yesus adalah cipataan baru, yang lama sudah berlalu. Setelah bertobat dari dosa-dosa anda, anda mungkin harus menolak semua roh-roh jahat yang dikaitkan dengan nama anda, terutama mereka yang diberi nama nenek moyangnya atau orang lain yang jahat, yang telah mati atau nama apa saja yang memiliki arti buruk atau jahat. Misalnya nama yang memiliki arti "sengsara", hanyalah akan membawa kesengsaraan, suka atau tidak suka dan kehidupan anda merupakan tempat bagi roh-roh kesengsaraan. Tetapi mereka yang berada di dalam Kristus, tersembunyi di dalam Kristus Allah. Tidak ada dukun, tukang sihir atau tukang tenung yang dapat menguasai hidup anda bila anda benar-benar tersembunyi di dalam Kristus Yesus. Bila sampai dengan saat ini anda belum diselamatkan, mari, undanglah Tuhan Yesus ke dalam hidup anda.
"Tuhan Yesus, aku memberikan hidupku di dalam tanganMu. Lindungilah aku." Banyak orang mencari perlindungan karena mereka tahu bahwa hidup mereka berada di dalam bahaya. Yesus akan melindungi anda. Sejak hari ini bila anda bertobat, maka anda akan melihat perubahan dalam hidup anda. Bila anda adalah budak sihir atau budak penyembahan setan, terimalah Kristus, Ia akan memberikan anda hidup yang baru. Bila nada suam-suam, maka anda berada dalam bahaya.
Mukendi Berjumpa Dengan KaniakiKetika Mukendi , istri dan anaknya tiba di rumah kami, ia mengangkat kedua tangannya dan memuji Tuhan. Walaupun kami tidak siap, kami harus menyediakan tempat bagi mereka. Seseorang telah mengajak Mukendi ke rumah kami atas permintaanku, akan tetapi dalam perjalanan, mereka harus bermalam pada beberapa keluarga dan mengalami malam yang sangat tidak menyenangkan.
Tengah malam saat orang-orang lain tidur, Mukendi membangunkan mereka sambil berkata, "Kalian semua, mengapa kalian tidur ? Tidakkah kalian melihat roh-roh jahat melintasi kakimu dan menuju kamar Mr. John (bukan nama sebenarnya) ? Bangun, mari kita berdoa." Ia mengatakan dapat melihat roh-roh jahat melompat-lompat di atas kepala orang-orang. Yang lain melanjutkan tidurnya dan ia melanjutkan berdoa seorang diri. Ia berkata kepada orang yang menyambut mereka disitu, "Tidakkah kau melihat roh-roh jahat masuk ke dalam kamar saudara iparmu ?" Ia terus mengikat roh-roh jahat milik Rosa ; ia tahu jenis roh-roh jahat tersebut dan dari arah mana mereka datang. Pemilik rumah itu adalah seorang distributor. Setelah Mukendi mengikat roh-roh jahat itu, ia tiba-tiba melihat pemilik rumah itu keluar dari kamarnya dengan marah. "Bangun semua," teriaknya di dalam ruangan itu. Kemudian sambil berbalik ke arah Mukendi ia berteriak mengancam, "Kau, keluar dari rumahku." "Apa yang terjadi ?" tanya saudara iparnya dengan mengantuk. Kata pemilik rumah, "Aku tidak menginginkan dia disini. Ia datang untuk mengganggu rumahku. Ia telah mengikat roh-rohku. Mereka sekarang tidak dapat masuk. Itulah altarku," tunjuknya ke dalam kamarnya dimana berdiri sebuah kaca, lilin-lilin dan benda-benda pemujaan lainnya. "Aku seorang pengikut Rosa," katanya.
Semua orang tampak bingung. Mukendi kemudian diantarkan untuk tidur di rumah tetangga yang lain. Ketika ia sedang tidur, terdengar ketukan keras pada pintu depan yang datangnya dari seorang tetangga lain yang sakit hati.
"Apa yang kau lakukan sekarang ? Bila orang itu tidak keluar dari rumahmu, maka kami akan membunuhmu."
Pemilik rumah juga mulai mengancam Mukendi dengan berkata, "Mengapa kau lakukan ini terhadapku ? Mengapa kau ikat rohku ? Aku seorang tukang sihir. Aku ingin terbang tetapi tidak dapat karena kau mengikat aku. Bukankah aku telah menolongmu, mengapakah kau tidak menolongku juga ?" Jadi Mukendi pergi tidur di luar rumah sedang istri dan anaknya tetap tidur di dalam. Ketika akhirnya mereka tiba di rumah kami, ia berdiri dan memuji Allah, "Allah, aku berterima kasih padaMu sebab aku telah menemukan orang yang tepat seperti yang kuminta untuk Kau tunjukkan kepadaku." Setelah itu, ia kemudian bercerita, "Aku melihat lingkaran malaikat mengelilingi rumahmu. Aku merasa penuh dengan damai sejahtera yang belum pernah kualami sejak saat aku diselamatkan."
Seseorang harus memiliki hati Kristus untuk mengetahui apa yang dirasakan oleh orang yang baru dilepaskan dari kuasa-kuasa jahat dan untuk menolongnya. Setelah melatihnya selama be-berapa minggulah aku baru bertanya kepadanya, "Mukendi, bagaimana gaya hidup orang tuamu ?" Mukendi kemudian memberiku silsilah keluarganya yang lengkap selama delapan generasi.
Bagi para orang tua, berhati-hatilah kepada siapa anda menikahkan anak anda. Istri pertama Mukendi, menurut kesaksiannya, adalah seorang Kristen. Tetapi ia tidak berdoa cukup untuk membiarkan Allah memimpinnya kepada suami yang tepat. Jadi ketika Mukendi menikahinya, kuasa-kuasanya sama sekali menenggelamkannya dan ia kemudian menjadi orang yang sangat kedagingan. Mukendi mencoba untuk mengorbankannya kepada setan, tetapi Allah melin-dunginya karena ia memiliki seorang bibi yang suka berdoa. Akan tetapi, diakhirnya ia menjadi sakit mental dan meninggalkan Mukendi dalam keadaan hidup, tetapi gila.
Mukendi juga berkata bahwa bibinya adalah seorang Kristen yang suam-suam, yang sangat suka bergosip. Itulah sebabnya ketika ia menerima baptisan setan, ia dapat melihat bibinya telanjang. Setiap orang Kristen yang kedagingan itu telanjang di hadapan setan dan agen-agennya. Ingatlah bahwa setan tidak akan dengan mudah melepaskan seorang agen dari ceng-keramannya. Ketika Mukendi baru diselamatkan, ia sampai di rumah pada suatu hari dan mendapatkan bahwa anaknya baru saja mati. Ia mengangkat tubuh anaknya dan berseru kepada Allah, "Allah, Engkau telah menunjukkan kuasaMu kepadaku. Betapa besarnya Engkau itu sehingga tidak ada kejahatan apapun yang dapat melampaui Engkau. Dengan kuasa yang sama Engkau menyelamatkan aku dan melepaskan aku dari iblis. Sekarang kembalikanlah hidup anakku." Anak itu kembali hidup, sehingga mencengangkan semua. Tidak lama kemudian, ia berada dalam perjalanan untuk mengambil dan menghancurkan peti perkakas sihirnya di depan saudara-saudara seiman, tetapi ia menemukan bahwa sebagian besar dari peralatan yang penting-penting telah dicuri. Ketika tukang sihir dan tukang tenung yang lain mendengar bahwa ia telah diselamatkan, maka dengan diam-diam mereka datang dan mencuri peralatan tersebut dari petinya.
Maka Mukendi lalu mengumpulkan sisanya, tetapi di dalam perjalanan menuju ke persekutuan, tanah yang dipijaknya tiba-tiba tenggelam dan ia menemukan dirinya di dalam lubang yang sangat dalam dan ia mulai berseru kepada Allah, "Tuhan Yesus, lindungilah hidupku. Engkau menolong anakku hidup kembali, Engkau juga menolong aku keluar hidup-hidup dari lubang ini." Malaikat-malaikat Allah yang bertugas berada disana untuk memberikan pertolongan dan ia keluar dari lubang itu dengan selamat tanpa luka apapun.
Aku harus mengambil waktu untuk memuridkan Mukendi dan menolongnya di dalam kele-pasan yang total. Yang terpenting dari semua itu adalah keharusannya kembali ke rumah untuk melepaskan ibunya dan seluruh keluarganya. Ada suatu saat dimana Mukendi menyangka sudah waktunya untuk pergi dan menghadapi keluarganya, tetapi aku bersikeras bahwa waktunya belum sampai. Aku harus sangat berhati-hati. Setiap orang yang sudah melayani setan dalam jangka waktu yang demikian lamanya dan dnegan kedalaman yang sudah sedemikian rupa, pastilah merupakan sasaran penyerangan. Di damping itu, orang seperti itu masih memiliki sedikit sifat-sifat lamanya. Bagi kita, orang-orang Kristen, kita tidak dapat bersandar pada kegagahan dan kekuatan kita, tetapi kita harus sepenuhnya bergantung kepada Tuhan untuk pengarahan dan bimbingan. Dan Allah bekerja di dalam kasih karunia. Ia sabar, baik dan penuh kasih. Aku harus membawa Mukendi pada suatu tempat dimana ia mengerti bahwa Allah ingin memasukkan cara-caraNya di dalam segala sesuatu yang kita lakukan. Kita tidak memaksa dan mempergunakan kekuatan otot kita seperti yang terjadi di dalam kerajaan kegelapan dimana semua ingin menjadi bintangnya.
Mukendi telah masuk kedalaman neraka dan aku harus melatihnya dengan sangat berhati-hati. Aku bahkan mengundang saudara-saudara seiman untuk memeriksa dan mengkonfirmasikan bersama denganku apakah kelepasannya sudah total dan apakah ia sudah sepenuhnya dime-nangkan bagi Kristus. Mereka mengkonfirmasikan segalanya dan merasa puas bahwa ia tunduk sepenuhnya pada ke-Tuhan-an Yesus Kristus. Aku juga belajar bahwa karena iblis itu seorang tuan yang begitu kejam dan tidak mau bergeming atau menunjukkan belas kasihan sedikitpun juga, maka mereka yang malayaninya melakukan semuanya dengan sepenuhnya, untuk menghindarkan amarahnya. Mereka tidak dapat menjadi setengah hati sebagaimana beberapa orang-orang Kristen yang suam-suam. Oleh karenanya, bila mereka dimenangkan bagi Kristus, merka cenderung menunjukkan rasa tunduk yang total dan dengan mudah dapat menangkap hal-hal yang dari Allah. Mereka menjadi lebih bersungguh-sungguh daripada orang-orang yang diselamatkan dari kehidupan dosa yang umum. Setelah malatihnya dan menemukan cukup banyak bukti akan kekuatannya di dalam Tuhan, aku kemudian mengirimkannya kembali ke desanya untuk melepaskan seluruh keluarganya. Aku bertanya kepada beberapa saudara seiman yang tinggal di dekat desa Mukendi, apakah mereka dapat pergi bersama dengannya untuk membantu melepaskan seluruh keluarganya dan mereka setuju. Jadi kami menetapkan suatu hari bagi misi yang penting itu, enam bulan setelah Mukendi diselamatkan.
Mukendi 
Ketika ibuku melihatku memasuki pekarangan rumah kami, ia tidak mengenaliku. Aku tidaklah setampan sekarang setelah keselamatanku, saat aku meninggalkan rumah dulu. Aku tampak sama sekali berbeda, karena Yesus telah mengubahku. Kataku kepadanya, "Ibu, tidakkah ibu mengenali aku ? Akulah Mukendi, putramu."

Setelah ragu-ragu beberapa saat, ia kemudian menyadari bahwa aku benar-benar putranya dan ia melompat memelukku dengan berurai air mata. Dengan sukacita Mukendi menceritakan kisah kehidupan baru yang dialaminya bukan hanya kepada ibunya, tetapi juga kepada seluruh anggota keluarga yang hadir. Ketika ia memberitahukan tentang kabar keselamatan dirinya kepada mereka, mereka semua bersuka cita karena segala sesuatu pada dirinya benar-benar mencer-minkan hal itu.
"Aku tampak lebih tampan sekarang dibandingkan dengan saat aku melayani setan." Ketika saudara-saudara seiman yang datang bersama-sama dengannya mengadakan altar call atau undangan untuk menerima Tuhan Yesus, maka seluruh anggota keluarga yang hadir bersedia menerima Kristus. "Karena kau adalah kepala kami, siapakah kami sehingga kami menolak apa yang telah kau pilihkan sebagai yang paling tepat bagi kami ?" kata ibunya saat mereka semua berlutut untuk menerima Kristus.
Segala halangan sudah dipatahkan ketika Mukendi selanjutnya menanyakan mengenai peti sihir yang diwarisinya dari almarhum ayahnya. Ibunya adalah satu-satunya orang yang menyimpan kuncinya. Tidak seorangpun yang diijinkan membuka peti tersebut kecuali Mukendi sendiri. Peti itu dimaksudkan sebagai milik yang paling berharga dimana Mukendi merupakan ahli waris tunggal.
Ibunya tidak mempunyai pilihan lain selain menyetujui permintaan tersebut. Mukendi, dengan memakai kuasa darah Yesus menghancurkan peti tersebut dan seluruh peralatan sihir, tenung dan perdukunan dibakar di tengah ketercenganngan orang-orang semua.
"Kau adalah ahli warisnya," kata ibunya. "Kau dapat berbuat apa saja yang kau inginkan dengannya."
Setelah kejadian itu, Mukendi mencari saat yang tepat untuk meminta persetujuan ibunya untuk menebang pohon yang dikatakan menyimpan hidupnya. Waktunya telah tiba bagi Mukendi untuk menghancurkannya. Ia harus memilih antara setan yang sudah dilayaninya selama itu dengan menaruh kepercayaan yang salah terhadapnya, dengan Allah yang baru dikenalnya, akan tetapi penuh kasih dan pemeliharaan. Ia telah menjatuhkan pilihannya kepada yang terakhir. Juga diantara kehidupan dan kematian, terang dan kegelapan, ia telah memutuskan pilihan yang tidak akan pernah disesalinya ; memilih kehidupan dan berjalan di dalam terang.
"Ibu, bagaimana mengenai pohon yang ibu katakan bahwa aku akan mati bila sesuatu terjadi atasnya ? Aku akan menebangnya dan ibu akan menyaksikan perlindungan Yesus," katanya.
"Anakku," kata ibunya. "Kau dapat melakukan apa saja, akan tetapi jangan pohon itu. Aku bisa mengerti tentang peti sihir warisanmu, tetapi jangan pohon itu, anakku."
Nenek yang menanam pohon itu sudah mati. Mukendi tidak berada disitu ketika ia mati dan roh-roh jahat di dalamnya berteriak-teriak mencari Mukendi, karena dialah ahli waris ilmunya. Tetapi karena Mukendi tidak ada, maka nenek itu mati sambil menangis dengan sedihnya. Seandainya Mukendi berada disitu, maka roh-roh jahat tersebut pasti langsung masuk ke dalamnya untuk menambah kekuatannya.
"Ibu, Yesus akan melindungiku. Tidak ada hal buruk yang akan terjadi." Ia meyakinkan ibunya.
Ia memiliki segala alasan yang ada untuk mempercayai Allah, yang datang menyelamatkan ketika anaknya mati dan ketika ia jatuh ke dalam lubang. Allah akan melakukannya lagi. Di akhirnya, ibunya menyerah dengan segan. Dengan menaikkan puji-pujian kepada Tuhan, para saudara berbaris dengan parang masing-masing menuju tempat yang mengerikan itu, yaitu sampai di bawah kaki pohon besar tersebut. Dengan tertegun, ibu Mukendi dan para tetangganya ikut menyaksikan dengan rasa gentar, takut dan tercengang. Tetapi dengan helaan napas lega, ketakutan tersebut segera berubah menjadi sukacita. Ibunya yang menyangka bahwa Mukendi dapat saja setiap saat jatuh mati, hidup untuk menyaksikan salah satu dari saat-saat kelepasannya yang paling menggembirakan, kenyataan bahwa Allah dapat memelihara hidup anaknya. Ketika pohon itu sedang ditebang, ibu Mukendi perlahan-lahan memperoleh keyakinannya kembali. Sunga, adalah sebuah pohon yang sangat langka, yang biasanya dipakai untuk membuat drum, karena mengeluarkan bunyi-bunyian yang sedap didengar. Karena itu adalah pohon yang penuh duri, maka Mukendipun dimaksudkan untuk memiliki karakteristik yang serupa. Tidak seorangpun dapat mendekati pohon berduri tanpa tertusuk ; begitulah Mukendi dahulu. Tidak seorangpun yang dapat menjadi kawannya tanpa terluka.
Tepat sebelum pohon itu roboh, banyak sekali orang-orang di sekitar situ yang berbondong-bondong datang ke tempat itu. Sebabnya ? Mereka mendengar paduan suara yang indah sekali yang memyanyikan lagu-lagu pujian kepada Tuhan, seperti pada kebaktian-kebaktian dimana ada pengkotbah dan pengeras suaranya.
Menurut Mukendi, "Tidak ada seorangpun yang menyanyi. Pastilah para malaikat yang menyanyi, karena Allah bersuka atas kita dengan puji-pujian. Setiap kali kami mengayunkan parang, mereka bersukacita." Mereka yang berbondong-bondong datang kesitu juga memberikan hidup mereka kepada Yesus. Dapatlah dibayangkan kelepasan yang dibawa Allah kepada umatNya pada hari itu, melalui ketaatan Mukendi. Edit


Tamat ............

sumber : http://belong2jesus.tripod.com/mukendi/

kesaksian mukendi:

1. mukendi diberi asi oleh seekor duyung ( 1/13 ).







Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...