A story with tens of thousands of articles.

A story with tens of thousands of articles.
life and death, blessing and cursing, from the main character in the hands of readers.

Sunday, September 30, 2018

Kisah Nyata Aldi Bertahan Hidup di Laut Hingga 49 Hari

Kisah Nyata Aldi Bertahan Hidup di Laut Hingga 49 Hari

Kisah nyata bertahan hidup di laut selama 49 hari merupakan mimpi terburuk bagi Aldi Novel Andilang yang terombang-ambing dari perairan Manado hingga ke samudera Pasifik, diperairan Guam dekat perbatasan diantara Filipina dan perbatasan Jepang. Sampai akhirnya ia berhasil diselamatkan kapal berbendera Panama, MV Arpeggio.
Kisah Nyata Aldi Bertahan Hidup di Laut Selama 49 Hari
Seperti kebanyakan remaja dikawasan nelayan Manado, remaja berusia 19 tahun Aldi Novel Andilang ini bekerja di Rompong nelayan atau semacam pondok penangkap ikan terapung tradisional nelayan Bugis yang ramah lingkungan. Teknik penangkapan iklan tradisional nelayan Bugis ini berasal dari Nelayan Bugis Mandar, yang terbuat dari pelepah pohon kelapa yang diikat dengan tali, ditambah gabus busa serta jaring tradisional untuk menangkap ikan diperairan lepas pantai.

Di rilis oleh harian Inggris, the Guardian, remaja berusia 19 tahun tersebut diketahui telah bekerja di rompong ikan sejak ia berusia 16 tahun dan bertugas menyalakan lampu di rompong, yang berada sekitar 125 km dari lepas pantai. Biasanya setiap minggu perahu dari perusahaan pemilik rompong akan memberikan suplai perbekalan dan memanen tangkapan ikan yang terjerat jaring di rompong.
Namun tampaknya nasib nahas menimpa remaja tersebut, ketika pada pertengahan bulan Juli angin kencang menyeret Rompongnya ketengah samudera. Padahal remaja tersebut hanya membawa bekal makanan dan minuman yang hanya cukup untuk beberapa hari saja.

Bertahan hidup di laut di laut seadanya

Selama 49 hari Aldi pun menghilang rompongnya terhanyut, terombng-ambing di laut lepas hingga sampai ke perairan Guam, dekat dengan perbatasan Jepang.
Untuk bertahan hidup di laut lepas selama 49 hari Aldi hanya bisa pasrah menangkap ikan yang ada di Rompong dan membakarnya dengan kayu seadanya. Sementara untuk minum ia meminum air laut yang diperas dari pakaian yang dikenakannya untuk sedikit meminimalisir tingkat keasinan air laut.
Selama bertahan di tengah laut, Aldi tak henti-hentinya berdoa mengharap pertolongan Tuhan, sambil membaca Alkitab yang selalu dibawanya saat bekerja di Rompong.
Tuhan pun menjawab doanya, ketika kapal MV Arpeggio berbendera Panama melihat dan menolong Aldi. Sebelum ditolong oleh kapal Panama tersebut menurut penuturan Aldi, sudah ada 10 kapal yang melewatinya, namun sayangnya tidak melihat dirinya yang tengah terapung-apung di samudera Pasifik seorang diri.
Selanjutnya Aldi diserahkan awak kapal MV Arpeggio ke konsulat Indonesia di Tokuyama Jepang pada 6 September lalu. Dan pada 8 September lalu, Aldi ditemani petugas Konsulat diterbangkan pulang kembali ke Manado.
Kisah nyata keajaiban Aldi bertahan hidup di samudera Pasifik ini, tentunya berkat pertolongan Tuhan yang memang tak pernah terlambat menolong umatnya, ketika umat Nya mau berdoa dengan sungguh-sungguh memohon pertolongan Nya.

No comments:

Post a Comment

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...