Tentukan sendiri jalan cerita selanjutnya.

Tentukan sendiri jalan cerita selanjutnya.
SET YOURSELF THE NEXT STORY

Ads : 1 USD forever

This blog started to be written January 11, 2015.
Advertise your products and services here.
With 1 USD then your ad posted in the article forever.
1 USD per article forever.

A story with tens of thousands of articles.

A story with tens of thousands of articles.
life and death, blessing and cursing, from the main character in the hands of readers.

Campaign : Support my book "The ultimate guide to get life on earth as in heaven."

Campaign : Support my book "The ultimate guide to get life on earth as in heaven."
Campaign started October 17, 2015 (45 days)

Your contribution to my campaign

Sunday, April 8, 2018

Kompasianer Ungkap Mengapa PKS Begitu Membenci Jokowi

Kompasianer Ungkap Mengapa PKS Begitu Membenci Jokowi 

Kompasianer Ungkap Mengapa PKS Begitu Membenci Jokowi


TRIBUN-TIMUR.COM - Sebuah tulisan warga di Kompasiana.com mengupas mengapa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) begitu membenci Jokowi.
Tulisan yang dipublikasikan atas nama Sint Jan yang dipublikasikan 2 Agustus 2014 dan diperbarui 18 Juni 2015 merngangkat judul ‘Mengapa PKS Begitu Membenci Jokowi.
Dalam tulisannya yang begitu panjang, Kompasianer ini mengupas perjalanan PKS dan Jokowi.
Penulis menuturkan jika PKS dan Jokowi dulunya pernah bersatu yakni pada pemilihan Wali Kota Solo 2010.
Pada periode keduanya ini, Jokowi maju berpasangan Fx. Rudi dan salah satu partai pengusungnya adalah PKS.




Pilgub DKI
Lantas kapan PKS dan Jokowi berseberangan?
Penulis mensinyalir hal itu terjadi pada pemilihan Gubernur DKI 2012. Saat itu PKS mengusung calon sendiri Hidayat Nurwahid (HNW).

“PKS sebenarnya sudah memiliki rencana jangka panjang, dengan HNW sebagai gubernur DKI, maka jalan untuk memenangkan pemilu akan semakin mulus, apalagi dengan sokongan Jabar dan daerah lainnya.” tulisnya.
Sayangnya mimpi PKS itu tak terwujud. Pasangan Jokowi-Ahok yang diusung PDIP-Gerindra memenangkan Pilgub dengan raihan 42% jauh meninggalkan HNW-Didik Rachbini hanya mampu meraup 12%. Padahal DKI Jakarta adalah basis PKS di Pemilu 2009.


Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Kompasianer Ungkap Mengapa PKS Begitu Membenci Jokowi, http://makassar.tribunnews.com/2015/12/17/kompasianer-ungkap-mengapa-pks-begitu-membenci-jokowi?page=1.

Editor: Ilham Arsyam

Kasus 'Sapi"
Menurut penulis beberapa penyebab kebencian PKS terhadap Jokowi, pertama karena Jokowi menghalangi niat PKS untuk menguasai Jakarta dan Indonesia. Kedua, Jokowi tidak menanggapi permintaan mahar dari PKSMenjelang Pilpres 2014 terjadi peristiwa penting yaitu ditangkapnya LHI oleh KPK terkait kasus korupsi daging.
“Peristiwa ini sangat mempengaruhi pandangan masyarakat terhadap PKS sehingga partai itu seringkali diidentikan dengan "sapi". Berbeda dengan sikap partai-partai lainnya yang seringkali tidak melawan tindakan KPK, PKS secara lantang menuduh terjadinya konspirasi di balik tindakan tersebut. Hingga saat ini, tokoh PKS seperti Fahri Hamzah terus menyuarakan pelemahan atau pembubaran KPK yang dianggapnya telah mencoreng nama baik PKS. Fahri mungkin lupa kalau lebih banyak masyarakat yang bersimpati terhadap KPK daripada PKS. Akibatnya kepercayaan masyarakat terhadap PKS semakin melemah. Simpatisan non kader yang tadinya mempercayai kebersihan PKS mulai merasa ragu dan mencari tokoh lain yang dianggap bersih,” tulisnya.

Dia menambahkan, Kemenangan Jokowi di Pilpres merupakan mimpi buruk bagi kader PKS. “Kenyataan ini mengganggu keimanan mereka karena selama ini mereka percaya Tuhan selalu berada di pihaknya. Akibatnya hingga sekarang masih banyak kita temukan kader PKS yang menyuarakan sumpah serapah terhadap Jokowi. Mereka lupa kalau PKS merupakan bagian dari sistem demokrasi dan harus menerima segala keputusan yang dihasilkan sistem itu. Di tingkat elite, kemenangan Jokowi akan menyulitkan pembiayaan mesin partai. Tanpa menteri di pemerintahan, kas PKS akan berkurang.”

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Kompasianer Ungkap Mengapa PKS Begitu Membenci Jokowi, http://makassar.tribunnews.com/2015/12/17/kompasianer-ungkap-mengapa-pks-begitu-membenci-jokowi?page=2.

Editor: Ilham Arsyam

PKS kebakaran 'jenggot'
Sejak tayang di Kompasiana, tulisan ini sudah dibaca 190.912 kali. Tulisan ini kembali marak di media sosial setelah sejumlah politisi PKS membela Setya Novanto dalam kasus pencatutan nama presiden di kasus saham Freeport.
Ternyata bukan hanya ini tulisan kompasianer yang memojokkan PKS. Salah satu tulisan kompasianer A Fahrizal Aziz 15 April 2014 berjudul ‘PKS Tak Seharusnya Seperti Itu’ juga membuat kader PKS kebakaran 'jenggot'.

Melalui media online milik PKS, PIYUNGAN ONLINE, bahkan memberikan klarifikasi soal tulisan anak muda itu.


Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Kompasianer Ungkap Mengapa PKS Begitu Membenci Jokowi, http://makassar.tribunnews.com/2015/12/17/kompasianer-ungkap-mengapa-pks-begitu-membenci-jokowi?page=3.

Editor: Ilham Arsyam


No comments:

Post a Comment

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...