Tentukan sendiri jalan cerita selanjutnya.

Tentukan sendiri jalan cerita selanjutnya.
SET YOURSELF THE NEXT STORY

Ads : 1 USD forever

This blog started to be written January 11, 2015.
Advertise your products and services here.
With 1 USD then your ad posted in the article forever.
1 USD per article forever.

A story with tens of thousands of articles.

A story with tens of thousands of articles.
life and death, blessing and cursing, from the main character in the hands of readers.

Campaign : Support my book "The ultimate guide to get life on earth as in heaven."

Campaign : Support my book "The ultimate guide to get life on earth as in heaven."
Campaign started October 17, 2015 (45 days)

Your contribution to my campaign

Tuesday, March 17, 2015

makaroni "ngehe" beromzet Rp40 Juta per Hari ( 4/4 ).


Makaroni Ngehe, Ide 'Nyeleneh' Beromzet Rp40 Juta per Hari

Awalnya, bermodal pinjaman dan terinspirasi masakan ibu.

Selasa, 17 Maret 2015 | 07:18 WIB
Oleh : Siti Nuraisyah Dewi, Fikri Halim

Makaroni Ngehe, Ide 'Nyeleneh' Beromzet Rp40 Juta per Hari

Ali Muharam (tengah), pemilik Makaroni Ngehe. (VIVA.co.id/Fikri Halim)

Terinspirasi masakan ibu 

Dia mengakui, ide dari usahanya saat ini merupakan metamorfosa makaroni yang sering dibuat oleh ibunya saat Lebaran.

“Sempat kepikiran mau usaha yang lain, kayak dagang gorengan, atau nggak pecel ayam, atau pecel lele gitu. Tetapi, saya lebih terinspirasi dari ibu saya. Jadi, makaroni ini dulunya ibu saya selalu goreng setiap Lebaran, dan tetangga itu nggak ada yang bikin. Terus ada tamu yang nyoba dan suka, lalu dua hingga tiga tahun, saudara juga mulai pada bikin. Tahun 2000-an, mulai ada yang jualan makaroni. Terus ibu saya bilang, coba kita ada insting bisnis, mungkin kita bisa bikin dagangan ini, sepertinya bisa lebih laris karena kita pelopor. Jadi, kalau saya sih pengen bikin bangga ibu,” ungkapnya.

Ali saat ini masih terus berupaya mengembangkan bisnis makaroni ini, pada tahun ketiga ini dia menargetkan akan membuka 10 cabang lagi. “Rencana tahun ini tambah 10 cabang, mudah-mudahan bisa terwujud,” paparnya.

"Jujur secara personal saya puas, tetapi saya ingin bertahan, semakin baik, cabangnya semakin banyak dan saya ingin mengatur strategi lebih ke pemberdayaan karyawan saya. Saya usahakan mereka itu,nggak ada beban dalam bekerja. Saya usahakan hatinya senang, jadi dalam melayani pun mereka senang, mungkin saya membiasakan budaya keterbukaanlah dalam usaha, welcome, open minded," tuturnya. (asp)

No comments:

Post a Comment

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...