Tentukan sendiri jalan cerita selanjutnya.

Tentukan sendiri jalan cerita selanjutnya.
SET YOURSELF THE NEXT STORY

Ads : 1 USD forever

This blog started to be written January 11, 2015.
Advertise your products and services here.
With 1 USD then your ad posted in the article forever.
1 USD per article forever.

A story with tens of thousands of articles.

A story with tens of thousands of articles.
life and death, blessing and cursing, from the main character in the hands of readers.

Campaign : Support my book "The ultimate guide to get life on earth as in heaven."

Campaign : Support my book "The ultimate guide to get life on earth as in heaven."
Campaign started October 17, 2015 (45 days)

Your contribution to my campaign

Tuesday, March 17, 2015

makaroni "ngehe" beromzet Rp40 Juta per Hari ( 1/4 ).




Makaroni Ngehe, Ide 'Nyeleneh' Beromzet Rp40 Juta per Hari

Awalnya, bermodal pinjaman dan terinspirasi masakan ibu.

Selasa, 17 Maret 2015 | 07:18 WIB
Oleh : Siti Nuraisyah Dewi, Fikri Halim

Makaroni Ngehe, Ide 'Nyeleneh' Beromzet Rp40 Juta per Hari

Ali Muharam (tengah), pemilik Makaroni Ngehe. (VIVA.co.id/Fikri Halim)

VIVA.co.id – Beberapa pengusaha berpendapat, ide adalah salah satu kunci sukses untuk menjalankan sebuah usaha. 

Benar saja, kali ini, ide nyeleneh seorang mahasiswa asal Tasikmalaya, Ali Muharam (29), ternyata berhasil melejitkan usahanya yang baru saja berjalan dua tahun. 

Dalam waktu yang cukup singkat itu, Ali berhasil membuka delapan cabang di kawasan Jakarta, dan meraup omzet kurang lebih Rp40 juta per hari, yang jika diuraikan di tiap cabangnya beromzet Rp3-5 juta per hari.

Makaroni Ngehe, sebuah kata yang cukup menimbulkan kontroversi, sekaligus penasaran bagi para pelanggannya. Namun, inilah diksi yang bisa melejitkan sebuah usaha makaroni pedas.  

Seperti diketahui, kata Ngehe sering digunakan untuk mengungkapkan kekesalan, atau umpatan. Ali mengaku ide nyelenehini berawal dari kekesalan dengan pengalaman hidup yang pernah dia alami.

“Kehidupan saya ngehe banget dulu, saya kan dari Tasik, kota kecil, lalu pindah ke Jakarta. Di Jakarta, saya sempat kerja di warteg,motong-motong sayur, dari jam tujuh pagi sampai jam tujuh malam, cuma dibayar lima ribu. Saya juga pernah terlunta-lunta tidak punya tempat tinggal, menumpang di rumah temen, tidur di emper toko, lalu tidur di masjid juga pernah dan untuk makan saja pernah hanya bertahan dengan jambu biji ibu kosan, karena memang tidak punya uang waktu itu,” ujar Ali, Kepada VIVA.co.id beberapa waktu lalu, di Outlet Makaroni Ngehe Cabang Foxtrot, Arteri Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Menurutnya, kata ngehe itu sendiri adalah motivasi, atau pelecut untuk dirinya, agar tidak kembali ke masa suramnya tersebut.  

“Saya berpikir, jangan sampai hidup saya berbalik ke fase ‘ngehe’ itu, dan akhirnya saya pakai nama ‘ngehe’ itu untuk usaha saya, agar saya selalu terpacu untuk hardwork dansmartwork. Jadi, ‘ngehe’ itu adalah sebuah motivasi bagi saya, meskipun agak nyeleneh,” ungkap dia.

Selain itu, lanjutnya, kata ngehe tersebut juga menunjukkan level kepedasan dari produk makaroninya. Meskipun pedas, namun produknya ini diyakini membuat ketagihan para pelanggannya.

No comments:

Post a Comment

Related Posts

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...